Rabu, 26 Desember 2012

Jakarta

Setelah setahun hidup di jakarta, aku lebih memahami apa arti dari seorang manusia.
mereka yang bilang di kota ini penuh dengan kriminalitas,kemiskinan dan kerasnya hidup.
berhak untuk mengatakanya,

kenapa? karena harga-harga melambung tinggi
dan moral di beberapa tempat pun diperjualbelikan.

namun di jakarta ini juga penuh orang baik,
di pinggir-pinggir jalan. masih banyak orang yg mau menolong orang lain.
membantu,

masih banyak harapan yang diperjual belikan di kota ini,
mereka masih berharap agar hidupnya lebih baik.
namun tidak semudah berkata, harus diperjuangkan.

di kota ini kesenjangan begitu terasa,
ketidak adilan terlihat bagaikan okksigen yg terhirup


yah, namun kita harus bersyukur.
kota ini.
semacet apapun,
sebanjir apapun,
sepenuh sampah apapun,

masih banyak yg dapat tersenyum,
tersenyum bahagia
ataupun terenyum pahit menghadap hidup

Jumat, 21 Desember 2012

Tak Perlu Berpuisi

Tak Perlu Berpuisi pagi ini
karena hati yang terluka tak butuh kata kata
Ia butuh obat,
butuh kesendirian

dan renungan

Tak perlu benyanyi,
entah lembut entah dengan suara bising,
hati ini hanya butuh menatap-Nya

Mengadukan segala perih yang terbendung oleh sikap tegar

Apakah munafik?

karena kami lemah,
karena kami mahluk yang sudah sepantasnya kalah

tak perlu tangis
sedih seu sedan itu
karena kami pemimpi

para pemimpi  malang

Rabu, 12 Desember 2012

Pelangi Dimatamu

Aku ingin melihat pelangi dimatamu,
matamu yang indah namun sayu,
mata yang mirip dengan ibuku


dan senyummu yang manis itu,
menggantikan hujan rintik dengan pagi yang cerah,

sikapmu yang aneh,
namun entah, rasanya aku suka sekali

hei hei manis
tersenyumlah

Februari telah terlupakan,
Juni telah lama pergi
Juli telah hilang dari ingatan
tapi Mei terasa begitu dekat
walaupun jauh



Dan walaupun terasa pahit