Selasa, 24 Juli 2012

Rasa Sakit Anak Negeri


Di Negeri Sendiri, Bahkan Gaji kita dibedakan dengan orang asing yang bekerja disini.
Dan sakitnya jika tahu beberapa realitas bahwa mungkin memang beberapa orang pribumi menjadi direksi ataupun komisaris.
namun hanya sebuah boneka.
Pajangan untuk bertanggung jawab jika terjadi sesuatu.
Dibayar tak seberapa, namun orang dari luar mengeruk kekayaan negeri ini dengan semena mena.
karena aturan ketat untuk orang asing memiliki perusahaan di Indonesia. Maka Mereka mengakali dengan berbagai rupa.

Memangnya lulusan negeri ini bodoh-bodoh?
sehingga banyak perwakilan asing di sini dengan gaji yang tinggi namun menggaji orang pribumi jauh dibawah?
Memangnya kami tak layak?
sehingga banyak mahasiswamu  Ibu Pertiwi, menganggur dan kerja asal asalan.
padahal diluar sana perusahaan perusahaan asing merajalela.

Dari Kecil kami dijejali bahwa dengan menarik Investor asing Indonesia akan sejahtera
hebat bukan?
sementara BUMN-BUMN di Privatisasi menjadi milik umum dengan harga murah
harga harga semarak semakin naik


Sementara Pembangunan -pembangunan dibiayai dengan hutang, hutang dan hutang
Namun siapa yang harus membayar?
anak-anak kitakah?
yang dari lahir sudah memiliki kewajiban?
sementara uang uang negara lari ke bank-bank swiss


Kami Hanya menikmati sedikit  dari pajak,
Apakah Mungkin Pemerintah kurang mampu?
dengan banyaknya tambang  luar disana sini?
dengan banyaknya perusahaan B*krie yang mengemplang pajak


Apakah  penjajahan yaang dilakukan VOC akan terjadi juga sekarang?
Namun Dilegalkan?
sementara mereka yang dengan perut lapar mengais sedikit rejekipun dilarang

Negeriku,
Kasihan Kamu

Menderita
Menderita
Dan Menderita


Aku Malu menjadi mantan mahasiswa
jika berakhir seperti A*nas Urbaningrum
Mantan Ketua HMI?
Namun Sekarang?

Aku Malu dulu memilih SBY
Jika Sekarang dia seakan terlihat kurang Wibawa


Kami yang menjadi tumpuanmu seharusnya malu Negeriku
atau pantas untuk dijejer di depan monas
dan ditembak mati

Senin, 23 Juli 2012

Inginku Peduli?




Ketika Bekerja dan melihat orang orang diatas kita, mereka yang punya mobil mobil mewah, rumah megah, tabungan melimpah dan lain lain mungkin akan terasa iri.

Ketika berdiri menggantri di Busway yang panas di jakarta ataupun berjalan kaki beralaskan tanah di desa mungkin begitu inginya menjadi kaya.


Membayangkan betapa nyamanya setiap hari makan enak. Dengan mungkin ayam setiap hari. Haaah. enaknya.


Namun Bagi kita ini, yang masih diberi kesehatan oleh Allah SWT harusnya dapat bersyukur atas apa yang kita miliki.


saat naik angkot jurusan jurusan di jakarta, sering ku lihat para pengamen.
entah tua muda, laki, perempuan.
kadang dengan suara yang aduhai melebihi suara ariel peterpan atau kadang cemmpreng namun dengan semangat menyanyi yang tinggi menyanyi dengan pakaian mereka yang kumal.
disini pun banyak orang miskin.
miris melihat jakarta di tepi tepi dan di balik kemegahan-kemegahanya.
hati ini rasanya sedih dan terusik




Jika Berjalan di Monas, suuatu monumen dengan emas itu. kadang terlihat orang orang kelelahan yang tertidur di rerumputan dan anak anak mandi di kolam yang kotor.


Bukan Waktuku untuk bertanya kenapa Allah SWT melakukan ini semua.
Tapi Waktuku untuk bertanya pada diri sendiri apa yang bisa aku lakukan.

Negeri Ini Penuh dengan orang kaya, begitu pula orang miskin.
Dan Keadilan Hakiki hanya milik Allah SWT

Mungkin Mati terasa Indah
Namun Aku belum berani menghadapinya.
dan aku maasih malu untuk menghadapNya.

Yah Semoga kita masih memilki kepedulian dan rasa syukur.
Amiin

Selasa, 17 Juli 2012

Ketika Hidup terus Berjalan - One Pieces


Apakah Teman-teman mengikuti  serial One Piece Baik Komik ataupun Kartunya ?
Jika kita amati di beberapa segi dengan cara yang lebih mendalam, mungkin kita dapat menemukan hal memukau di Komik ini.

Di Kisah Saat Perang antara angkatan laut dan shirohige, dimana sang White Beard  berusaha untuk menyelamatkan salah satu anak buahnya (Anak Buah yang dipanggilnya anak dan sangat disayanginya) 
Dengan Mengerahkan segenap anak buahnya yang lain. walaupun dengan luka di dadanya dia tetap berjuang.

dan Ketika Ace Mati di depan saudaranya,, Luffy, Bagaimana Persaudaraan dan Persahabatan begitu berarti
Bagaimana Seorang Shirohige yang begitu kuat dan dihormati pun tetap merasa rendah hati, dengan kata katanya yang terngiang " Aku Tetaplah Manusia dengan satu jantung"

Di Akhir kematianya pun dengan banyak luka di  dadanya namun tanpa luka di punggungnya
karena dia tidak pernah lari dari pertempuran

Benar temanku, kita ini
sekuat apapun
setegar apapun
tetap manusia dengan hanya 1 jantung yang suatu saat tetap akan menghadap Allah SWT

Mari Berjuang untuk tidak sombong, Namun Dengan tetap percaya diri
dan berani menantang hidup Seperti  Shirohige yang mati dengan penuh senyuman
Mari Mencoba Berendah Hati, Namun Bukan Rendah Diri
Karena Kita sama sama Manusia,
Yang Akan Mati



Semoga dapat direnungi

--------------
Tulisan dari seorang Pendosa yg ingin tetap berjuang

Selasa, 10 Juli 2012

mengerti




Kisah bisa saja ditulis dengan menyedihkan, sakit dan sedih
kisah tentang kematian yang menyayat dan mengharu biru
atau tentang akhir yang tragis

suatu kisah juga bisa dituliskan secara berwarna dengan penuh senyuman
Penuh dengan harapan
semangat penuh arti

pilu,senang, arti

si Anne Frank menulis di buku kesayanganya Kitty dengan ceria

dengan lugunya

aku juga ingin seperti dia, yang melihat dia secara tulus
penuh arti

entah hidup seperti apa

" Bukan atas apa yang kita miliki tapi apa yang kita lakukan "

Rabu, 04 Juli 2012

Surat Del Piero



Selesai sudah, kontrak saya bersama Juventus sudah tidak berlaku mula hari ini.

Ini adalah sebuah berita lama, namun mengetahui hal tersebut telah resmi akan memberikan sebuah pengaruh. Ini bukanlah momen yang menyedihkan untuk saya, saya tidak memiliki penyesalan atau perasaan nostalgia. Tidak ada lagi. Hari ini saya memiliki kesempatan untuk memikirkan ulang segala sesuatu yang telah saya dapatkan bersama I Bianconeri (sebutan untuk Juventus), kembali mengingat segala kenangan dan menghidupkan kembali mimpi indah yang pernah saya dapatkan.

Semua kenangan, semua kegembiraan dan kemenangan, bahkan momen pahit… saya lihat kembali hari ini dan muncul juga beberapa kenangan tertentu yang telah redup dan hampir hilang ketika saya mendapatkan pelukan ketika menjalani pertandingan di Turin.

Beberapa waktu lalu, sebelum pergi berlibur, saya mengosongkan loker di Vinovo (tempat latihan Juventus) dan meninggalkan tempat latihan, saya berhenti di satu tempat di mana untuk beberapa bulan anda menunggu saya untuk mendapatkan tanda tangan, foto, atau sekedar berjabat tangan… tidak peduli panas, hujan, atau turun salju. Tapi, sekarang adalah waktu saya untuk mengucapkan selamat tinggal dan mengucapkan terima kasih kepada kalian semua, sepert yang perna kalian lakukan untuk saya.

Pemain akan terus datang dan pergi di Juventus. Teman-teman setim saya akan tetap di sana dan saya mengharapkan yang terbaik untuk mereka semua: saya akan selalu menjadi suporter terbesar kalian. Kalian, para penggemar saya akan tetap di sana dan kalian adalah Juventus. Kostum saya akan selalu saya cintai dan akan terus saya cintai untuk selama-lamanya, saya selalu akan mencari dan memberi respek tanpa ada kompromi. Saya gembira apabila adal pemain yang memakai (nomor) kostum itu setelah saya, terutama para pemain yang memakai nomor ‘10’ akan memiliki nama saya diatasnya. Saya akan bahagia apabila ada pemain yang menggunakan nomor tersebut tahun depan; saya bahagia, karena saat ini di suatu tempat di Italia atau di satu sudut Bumi ini, ada seseorang yang bermimpi mengenakan kostum ini. Dan saya akan bangga apabila orang tersebut dapat mengikuti jejak saya, seperti saya yang mengikuti jejak para juara dan legenda lainnya.

Mulai besok saya tidak lagi menjadi pemain Juventus, tapi saya akan selalu menjadi bagian dari kalian.

Sekarang saatnya untuk saya memulai petualangan baru. Saya sangat antusias seperti 19 musim yang lalu.

Arrivederci (Selamat tinggal). Terima kasih untuk kalian semua

Alessandro

sumber : Liputan 6