Di Negeri Sendiri, Bahkan Gaji kita dibedakan dengan orang asing yang bekerja disini.
Dan sakitnya jika tahu beberapa realitas bahwa mungkin memang beberapa orang pribumi menjadi direksi ataupun komisaris.
namun hanya sebuah boneka.
Dibayar tak seberapa, namun orang dari luar mengeruk kekayaan negeri ini dengan semena mena.
karena aturan ketat untuk orang asing memiliki perusahaan di Indonesia. Maka Mereka mengakali dengan berbagai rupa.
Memangnya lulusan negeri ini bodoh-bodoh?
sehingga banyak perwakilan asing di sini dengan gaji yang tinggi namun menggaji orang pribumi jauh dibawah?
Memangnya kami tak layak?
sehingga banyak mahasiswamu Ibu Pertiwi, menganggur dan kerja asal asalan.
padahal diluar sana perusahaan perusahaan asing merajalela.
Dari Kecil kami dijejali bahwa dengan menarik Investor asing Indonesia akan sejahtera
hebat bukan?
sementara BUMN-BUMN di Privatisasi menjadi milik umum dengan harga murah
harga harga semarak semakin naik
Sementara Pembangunan -pembangunan dibiayai dengan hutang, hutang dan hutang
Namun siapa yang harus membayar?
anak-anak kitakah?
yang dari lahir sudah memiliki kewajiban?
sementara uang uang negara lari ke bank-bank swiss
Kami Hanya menikmati sedikit dari pajak,
Apakah Mungkin Pemerintah kurang mampu?
dengan banyaknya tambang luar disana sini?
dengan banyaknya perusahaan B*krie yang mengemplang pajak
Apakah penjajahan yaang dilakukan VOC akan terjadi juga sekarang?
Namun Dilegalkan?
sementara mereka yang dengan perut lapar mengais sedikit rejekipun dilarang
Negeriku,
Kasihan Kamu
Menderita
Menderita
Dan Menderita
Aku Malu menjadi mantan mahasiswa
jika berakhir seperti A*nas Urbaningrum
Mantan Ketua HMI?
Namun Sekarang?
Aku Malu dulu memilih SBY
Jika Sekarang dia seakan terlihat kurang Wibawa
Kami yang menjadi tumpuanmu seharusnya malu Negeriku
atau pantas untuk dijejer di depan monas
dan ditembak mati




