Senin, 25 November 2013
Lagi
Kamu yang disana,
Maukah aku buatkan sajak sajak pilu?
Bait Bait itu aku ucapkan berkali kali,
namun kau mulai bosan.
Entah Cantik,
Entah.
Aku hanya ingin pasti,
dan kau sepertinya malah tinggal lalu
dan satu pastiku,
aku belum tentu bahagia denganmu,
dan suara suara dari teman temanku itu tak ku hiraukan,
tekadkan untuk berkata cukup,
namun kala ini aku terlalu lemah
Aku hanya Ingin Bahagia,
Tapi denganmu,
kadang Menyiksa.
Aku Ingin Lupakanmu,
Tak hanya Sekedar janji
yang sering aku ingkari
karena jujur aku masih sayang.
Rabu, 13 November 2013
Ratapan Putih
Dan Semuanya Kadang Tak berarti,
layaknya kanvas yang kembali kosong.
Layaknya tembok tembok yang rapuh
dan apakah layak diperjuangkan?
Entah
Aku Bukanya Meratapi
Akku Bukanya Menyesali,
Namun Aku Hanya Kecewa
Mungkinkah tawa tawamu yang dulu itu palsu?
Mungkinkah tangismu yang aku hapus itu tak berarti ?
Atau Hanya pilu?
Aku yakin Tidak
Aku Ingin Genggam Tanganmu,
namun kali ini kau berkata tidak
Aku Ingin Belai Rambutmu yang pendek itu,
namun kau berkata jangan
Namun kau tak ingin akhiri,
begitu juga aku
layaknya kanvas yang kembali kosong.
Layaknya tembok tembok yang rapuh
dan apakah layak diperjuangkan?
Entah
Aku Bukanya Meratapi
Akku Bukanya Menyesali,
Namun Aku Hanya Kecewa
Mungkinkah tawa tawamu yang dulu itu palsu?
Mungkinkah tangismu yang aku hapus itu tak berarti ?
Atau Hanya pilu?
Aku yakin Tidak
Aku Ingin Genggam Tanganmu,
namun kali ini kau berkata tidak
Aku Ingin Belai Rambutmu yang pendek itu,
namun kau berkata jangan
Namun kau tak ingin akhiri,
begitu juga aku
kabur
Dan Semuanya Kadang Tak berarti,
layaknya kanvas yang kembali kosong.
Layaknya tembok tembok yang rapuh
dan apakah layak diperjuangkan?
Entah
layaknya kanvas yang kembali kosong.
Layaknya tembok tembok yang rapuh
dan apakah layak diperjuangkan?
Entah
kabur
Dan Semuanya Kadang Tak berarti,
layaknya kanvas yang kembali kosong.
Layaknya tembok tembok yang rapuh
dan apakah layak diperjuangkan?
Entah
layaknya kanvas yang kembali kosong.
Layaknya tembok tembok yang rapuh
dan apakah layak diperjuangkan?
Entah
kabur
Dan Semuanya Kadang Tak berarti,
layaknya kanvas yang kembali kosong.
Layaknya tembok tembok yang rapuh
dan apakah layak diperjuangkan?
Entah
layaknya kanvas yang kembali kosong.
Layaknya tembok tembok yang rapuh
dan apakah layak diperjuangkan?
Entah
Langganan:
Komentar (Atom)
