Mulai hari ini aku terima Cantik
Terima Kenyataan yang ada
Pahit Cantik
Tapi aku akan aku lalui
kan Kubuka hati untuk yang lain
Hati yang kau gengaam
Namun tak Mau kau simpan
Cantik
Semoga kau bahagia
Mungkin Bukan Dengan Aku
Kamis, 12 Desember 2013
Senin, 02 Desember 2013
The Mother
The Mother
"When your mother has grown older,
When her dear, faithful eyes
no longer see life as they once did,
When her feet, grown tired,
No longer want to carry her as she walks -
Then lend her your arm in support,
Escort her with happy pleasure.
The hour will come when, weeping, you
Must accompany her on her final walk.
And if she asks you something,
Then give her an answer.
And if she asks again, then speak!
And if she asks yet again, respond to her,
Not impatiently, but with gentle calm.
And if she cannot understand you properly
Explain all to her happily.
The hour will come, the bitter hour,
When her mouth asks for nothing more."
Adolf Hitler, 1923.
"When your mother has grown older,
When her dear, faithful eyes
no longer see life as they once did,
When her feet, grown tired,
No longer want to carry her as she walks -
Then lend her your arm in support,
Escort her with happy pleasure.
The hour will come when, weeping, you
Must accompany her on her final walk.
And if she asks you something,
Then give her an answer.
And if she asks again, then speak!
And if she asks yet again, respond to her,
Not impatiently, but with gentle calm.
And if she cannot understand you properly
Explain all to her happily.
The hour will come, the bitter hour,
When her mouth asks for nothing more."
Adolf Hitler, 1923.
Senin, 25 November 2013
Lagi
Kamu yang disana,
Maukah aku buatkan sajak sajak pilu?
Bait Bait itu aku ucapkan berkali kali,
namun kau mulai bosan.
Entah Cantik,
Entah.
Aku hanya ingin pasti,
dan kau sepertinya malah tinggal lalu
dan satu pastiku,
aku belum tentu bahagia denganmu,
dan suara suara dari teman temanku itu tak ku hiraukan,
tekadkan untuk berkata cukup,
namun kala ini aku terlalu lemah
Aku hanya Ingin Bahagia,
Tapi denganmu,
kadang Menyiksa.
Aku Ingin Lupakanmu,
Tak hanya Sekedar janji
yang sering aku ingkari
karena jujur aku masih sayang.
Rabu, 13 November 2013
Ratapan Putih
Dan Semuanya Kadang Tak berarti,
layaknya kanvas yang kembali kosong.
Layaknya tembok tembok yang rapuh
dan apakah layak diperjuangkan?
Entah
Aku Bukanya Meratapi
Akku Bukanya Menyesali,
Namun Aku Hanya Kecewa
Mungkinkah tawa tawamu yang dulu itu palsu?
Mungkinkah tangismu yang aku hapus itu tak berarti ?
Atau Hanya pilu?
Aku yakin Tidak
Aku Ingin Genggam Tanganmu,
namun kali ini kau berkata tidak
Aku Ingin Belai Rambutmu yang pendek itu,
namun kau berkata jangan
Namun kau tak ingin akhiri,
begitu juga aku
layaknya kanvas yang kembali kosong.
Layaknya tembok tembok yang rapuh
dan apakah layak diperjuangkan?
Entah
Aku Bukanya Meratapi
Akku Bukanya Menyesali,
Namun Aku Hanya Kecewa
Mungkinkah tawa tawamu yang dulu itu palsu?
Mungkinkah tangismu yang aku hapus itu tak berarti ?
Atau Hanya pilu?
Aku yakin Tidak
Aku Ingin Genggam Tanganmu,
namun kali ini kau berkata tidak
Aku Ingin Belai Rambutmu yang pendek itu,
namun kau berkata jangan
Namun kau tak ingin akhiri,
begitu juga aku
kabur
Dan Semuanya Kadang Tak berarti,
layaknya kanvas yang kembali kosong.
Layaknya tembok tembok yang rapuh
dan apakah layak diperjuangkan?
Entah
layaknya kanvas yang kembali kosong.
Layaknya tembok tembok yang rapuh
dan apakah layak diperjuangkan?
Entah
kabur
Dan Semuanya Kadang Tak berarti,
layaknya kanvas yang kembali kosong.
Layaknya tembok tembok yang rapuh
dan apakah layak diperjuangkan?
Entah
layaknya kanvas yang kembali kosong.
Layaknya tembok tembok yang rapuh
dan apakah layak diperjuangkan?
Entah
kabur
Dan Semuanya Kadang Tak berarti,
layaknya kanvas yang kembali kosong.
Layaknya tembok tembok yang rapuh
dan apakah layak diperjuangkan?
Entah
layaknya kanvas yang kembali kosong.
Layaknya tembok tembok yang rapuh
dan apakah layak diperjuangkan?
Entah
Rabu, 04 September 2013
Mengenal Arti Bahagia
Aku berjalan menyisiri malam yang kelam diantara rel rel kereta yang entah umurnya berapa.
diterpa dingin dan rintik hujan atau kadamgkala mendengar gemerisik celoteh anak anak berbaju kumuh sedang bermain.
Ada orang tua yang terduduk sepi di bahu jalan sambil menelungkupkan muka, muka yang sangat tua dengan karung putih besar disisinya. Pura purakah dia untuk mendapat sedikit belas kasihan dari orang lain ?
entahlah.
di Pojokan sana tampak seorang wanita dengan dandanan menor dan tak lagi cantik.
berjalan lenggak lenggok menjajakan apa yang seharusnya ia simpan rapat rapat untuk suaminya disana ( jika Ada)
Mungkin umur telah memakanya dan membuat dirinya tak laku lagi dimata para penikmat kehidupan malam.
Kulanjutkan perjalananku lagi menyisiri malam.
Kakiku agak sakit karena entah sudah berapa jam aku berjalan. entah kemana.
melihat kota ini.
akan kecantikan dan kebusukan hidup disini.
entah berapa kali aku lihat mobil mobil mewah berseliweran tanpa malu malu.
dan ketika berjumpa dengan pom bensin berwarna kemerahan ditunjuknya BBM subsidi.
ya subsidi yang seharunya diberikan pada mereka lebih membutuhkan.
membutuhkan makan dan pendidikan.
Dan Aku tertawa pada para mahasiswa
pada para intelektual
pada orang orang yang suka berdebat.
Jalanku sudah nampak lelah,
Haus mulai menyelimuti hingga kulangkahkan kaki untuk membeli minum.
di depanya banyak muda mudi sedang tertidur atau tertawa tawa karena minuman keras yang mereka tenggak,
ya minuman yang bisa ditemui disegala sisi.
Dan Orang orang suci pun berteriak sekan merekalah yang paling suci,
yang dari mulutnya meneriakkan rasialisme
yang mengumbar kebencian pada kelompok diluar mereka.
dan malam semakin larut,
namun satu hal yang membuatku tak tergoyah,
karena kalian.
karena kalian yang pernah mampir dihidupku.
yang membuat aku hidup Bahagia
Selasa, 27 Agustus 2013
Pendaki - I
Dingin dan Sangat Dingin!
Aku tak meyangka gunung ini sedingin ini.
Ucap Remi seperti rasanya ingin membeku.
Remi, Radit dan Nita Sepertinya Sudah Kepayahan sesudah hampir 10 km jalur yang mendaki tajam.
Bongkahan Es yang dingin sudah terasa sejak 3 hari lalu kami mendaki dan hanya aku dan Rahmad yang terlihat masih kuat untuk mendaki.
Ayolah, Aku rasa trek kita sudah benar dan sebentar lagi kita akan sampai di shelter. Ucap Rahmad.
" Mad, Walaupun sampai shelter kita masih butuh ke Puncak kira - kira 2 hari" Nita berontak.
Tim yang solid ini terlihat kepayahan atas jalur yang baru didaki oleh kami ini.
Jalur yang akan dibuat dan dipetakan oleh orang Indonesia.
Nita yang sudah sering mendaki gunung bahkan Mc Kinley pun sudah dia daki tetap merasa kepayahan.
Tekanan udara yang rendah dan rasa sakit setelah melewati tebing es setinggi 150 meter dengan tehnik panjat himalaya telah membuat kami semua kepayahan.
Aku tak meyangka gunung ini sedingin ini.
Ucap Remi seperti rasanya ingin membeku.
Remi, Radit dan Nita Sepertinya Sudah Kepayahan sesudah hampir 10 km jalur yang mendaki tajam.
Bongkahan Es yang dingin sudah terasa sejak 3 hari lalu kami mendaki dan hanya aku dan Rahmad yang terlihat masih kuat untuk mendaki.
Ayolah, Aku rasa trek kita sudah benar dan sebentar lagi kita akan sampai di shelter. Ucap Rahmad.
" Mad, Walaupun sampai shelter kita masih butuh ke Puncak kira - kira 2 hari" Nita berontak.
Tim yang solid ini terlihat kepayahan atas jalur yang baru didaki oleh kami ini.
Jalur yang akan dibuat dan dipetakan oleh orang Indonesia.
Nita yang sudah sering mendaki gunung bahkan Mc Kinley pun sudah dia daki tetap merasa kepayahan.
Tekanan udara yang rendah dan rasa sakit setelah melewati tebing es setinggi 150 meter dengan tehnik panjat himalaya telah membuat kami semua kepayahan.
Sajak Kosong
Kanvas ini selalu putih, Bahkan Saat Pertama kali aku melihatnya.
tanpa ada yang menyentuh keperawanan si Kanvas.
Tak Ternoda Satu Warna cat Pun,
Dan Aku Penasaran di Sebuah Galeri besar ini kenapa dia tetap putih.
Tanpa tahu cerita dan makna dari si kanvas.
Kanvas yang tetap putih.
tanpa ada yang menyentuh keperawanan si Kanvas.
Tak Ternoda Satu Warna cat Pun,
Dan Aku Penasaran di Sebuah Galeri besar ini kenapa dia tetap putih.
Tanpa tahu cerita dan makna dari si kanvas.
Kanvas yang tetap putih.
Selasa, 13 Agustus 2013
Jika Aku Presiden Indonesia
Sebagai Presiden Indonesia.
Mungkin hanya mimpi, tapi paling tidak aku tahhu hal yang ingin aku lakukan untuk Indonesia.
Fokus pada hal hal yang fundamental, karena untuk sektor lain saya percaya rakyat Indonesia dapat berkembang dengan sendirinya dan tak perlu dipaksa namun diarahkan.
1. Pangan
Hal yang pertama aku lakukan adalah memperhatikan kesediaan pangan.
Ya, kketahanan pangan lah yang paling penting menurutku.
Indonesia butuh ketahanan pangan yang kuat.
cara yang aku lakukan adalah menggunakan bibit bibit unggul bikinan IPB untuk pertanian dan penyuluhan pada para petani bagaimana cara bercocok tanam yang modern dan dapat menghasilkan tanaman yang berkualitas.
Aku harus menyubsidi pupuk hingga harga pupuk murah dan membuat aturan pengawasan penyaluranya.
Ketika ketahanan pangan di Indonesia telah kuat, aku percaya rakyat Indonesia mampu melakukan hal lain yang berguna bagi bangsa.
minimal untuk memenuhi kebutuhan pokok Negara kita harus bisa mandiri, sehingga jika ada krisis. kita masih kuat dan bisa memberi makan orang yang tak mampu.
contoh nyatanya adalah memberikan bibit padi yang tahan hama dan cepat panen ke pada para petani dan mengawasi agar beras yang dibeli tidak dihargai tidak terlalu murah
2. Pendidikan
Disini, Fokus pendidikan tak hanya tentang materi yang diajarkan tapi yang terpenting adalah pendidikan yang mengadopsi pada karakter. jadi akan aku balikkan pendidikan seperti metode taman siswa.
sehingga Siswa tak dibebani oleh berbagai materi yang kurang sesuai dengan keinginan mereka.
yang terpenting adalah mentalitas para pengajar dan siswa sendiri.
untuk itu yang paling penting adalah praktek dari apa yang akan mereka jalani di kehidupan nyata dan bukanya hapalan tabel kimia ataupun kemampuan menghitung tinngkat tinggi.
disisi lain mahasiswa juga harus diibentuk dan dipersiapkan secara matang dan kalau perlu unntuk semuanya akan dipaksakan pendidikan militer sehingga para mahasiswa minimal terbentuk mentalnya bahkan jika ada panggilan perang
contoh nayatanya adalah membebaskan para Siswa untuk mempelajari apa yang membuat mereka tertarik dengan tidak melupakan basic dari ilmu penegtahuan umum
3. Penegakan Hukum
Mungkin agak Klise, Tapi Inilah kenyataan bahwa di negeri kita Hukum masih tebang pilih,
Sebagai presiden pun mungkin hanya dapat berkonstribusi kecil, Namun kecilpun akan aku ambil jika itu berarti bagi bagi Banyak Orang.
untuk menjadi besar mau tak mau, sebagai presiden hal pertama dilakukan adalah tegas dan dapat memberi contoh.
jika hal itu sudah dapat aku lakukan lalu hal kedua adalah melakukan kerjasama dengan berbagai pihak.
1. bekerja sama dengan MPR dan DPR untuk membuat aturan perundang undangan yang tegas dan dapat dipertangguung jawabkan
2. bekerja sama dengan kepolisian dan militer agar menjaga ketertiban.
caranya adalah perekrutan yang bersih dan penangkapan oknum oknum yang terlibat KKN.
Perbaikan sistem di sektor keamanan sehingga orang orang militer dan kepolisian pun harusnya mengikuti prosedut baku yang berlaku
3. Lembaga Yudikatif harus melaksanakan kewajibanya sebagai pengawas dan eksekutor peradilan dan yang terpenting adalah memberikan efek jera bagi para pelanggar.
( Hukuman Denda untuk kriminal dihapuskan karena hukuman denda aku rasa kurang adil untuk
warga yang kurang mampu dan lebih baik diganti dengan kerja paksa untuk masyarakat)
4. kebudayaan
Kita punya budaya yang "Adhi Luhung" itu benar tapi diakui atau tidak banyak diri kita yang kurang mengenal budaya keindonesiaan kita.
kita meninggalkan budaya kita dan menghadap ke Arab, Ke Barat, jepang dan korea.
Stop.
jika saya Presiden akan saya ajak warga Indonesia untuk kembali ke Budaya " Adhi Luhung " kita.
Caranya :
1. yang pertama menanamkan kecintaan dan doktrin atas budaya kita ke Anak Anak Kecil dan mengajak Budayawan lebih kreatif untuk membuat kebudayaan kita lebih diterima.
2. Pemerintah harus konsisten membantu pengembangan kebudayaan dan mendaftarkan paten atas kebudayaan kita agar tidak diambil oleh pihak lain.
3. asimilasi dengan tehnologi dan berbagai budaya lain
contohnya membuat terobosan pada motif batik dengan corak modern dan mendaftarkan permainan congklak ke paten
terakhir mungkin masih banyak hal yang sebenarnya ingin saya lakukan bagi Indonesia, tapi secara garis besar adalah hal yang saya kemukakan diatas. yang penting juga adalah Sistem yang baik.
Sebagai Seorang birokrat yang baik,
sebagai seseorang yang dapat dipercaya dan ditiru.
sebagai seseorang yang dapat membuat terobosan besar
sebagai seorang yang peduli
dan harapan saya bukan harapan bohong dan kosong.
tak Apalah walau cuman bermimpi, tapi minimal saya bisa bermimpi.
<a href="http://festiksinjai.blogspot.com/"><img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjo8spOecEpXcMkZLPevtZgOsyC3S0pmMP8dQ8GfrFSKz-zR50iAVyhyXXbwbLp9B31apcTtcEbxBhn_lSt_Uto-68jOYjmgqn6C1Yzs9ChJJ_VWZkzTA3UlTZKXpC73LIKoHL4Pvx2yuyD/s1600/Barner-FesTIK.png" border="0" alt="FesTIK" width=300px title="FesTIK Sulsel Kab. Sinjai 2013" /></a> <a href="http://www.bloggersinjai.or.id/"><img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjRZ9ss-Bt9omX5oH9ISK3N1MquCW0pdCim4vHKfqmVx25jNIiiGfqugifkHN0np34dM8_vpCGrYTX72djf_0lIWrp5p5nxtx_qaJmLRqMyaqrefZCmP_uKQ1enta3g6cRWvZcI3MOspJta/s1600/kbs2-300x67.png" border="0" alt="KBS" width=250px title="Komunitas Blogger Sinjai" /></a>
<a href="http://festiksinjai.blogspot.com/"><img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjo8spOecEpXcMkZLPevtZgOsyC3S0pmMP8dQ8GfrFSKz-zR50iAVyhyXXbwbLp9B31apcTtcEbxBhn_lSt_Uto-68jOYjmgqn6C1Yzs9ChJJ_VWZkzTA3UlTZKXpC73LIKoHL4Pvx2yuyD/s1600/Barner-FesTIK.png" border="0" alt="FesTIK" width=300px title="FesTIK Sulsel Kab. Sinjai 2013" /></a>
Selasa, 30 Juli 2013
Kereta, Perjalanan dan Ingatan
Malam itu Dingin,
Amat Dingin malah,
Ditengah malam aku agak merasa kelelahan setelah perjalanan panjang dari lebak bulus ke harmoni setelah pulang kuliah. Berdiri dari lebak bulus sampai harmoni membuat pungungku agak nyeri.
Dan Aku berakhir disini. Di Bulan Suci yang penuh hikmah ini aku duduk terdiam. Ya, Tepatnya di belakang istana negara yang "Agak" Bagus itu. menyantap Nasi Goreng sebagai menu buka puasa yang rasanya sudah sangat terlalu telat.
Aku termenung, Di Depan Istana ini ada tukang bersih2 menenteng gerobak malam2 dengan wajah penuh senyuman. Kontras dengan Istana Negara yang terlihat megah namun terlalu suram didepanku.
Dan entah apa yang membuat aku melangkahkan kakiku sampai pasar senen.
Ya Benar, Aku berjalan seperti tak tahu arah.
Langkah kakiku menyisiri Istiqlal, Pasar Baru dan akhirnya sampai di Stasiun Pasar Senen tepat tengah malam.
berjalan menyeret tas yang penuh buku.
Kenapa aku kesini ? batinku.
bukankah aku sudah mencoba peruntungan kesini berkali-kali untuk mencari tiket untuk dapat pulang ke Semarang namun dengan hasil yang nihil?
bukankah Harapanku utuk berlebaran di samping ibuku rasa-rasanya sangat sulit?
mengingat saat itu uangku sedang pas-pasan untuk bayar kuliah dan aku merasa malu untuk pulang.
Ada sesuatu kekuatan yang mengantarku kesini batinku.
Walaupun Solatku rasanya sangat payah.
Dan Apalah Arti Ibadahku yang sedikit ini.
Namun Rasa-rasanya ada yang aneh didiriku malam ini.
Tak menyangka,
Malam Ini ternyata ada tket kereta tambahan yang dijual.
Dan Kereta tambahan yang di buka malam itu salah satunya adalah ekonomi yang pada masa itu harganya hanya mencapai 35 ribuan.
Malam itu juga aku bergegas untuk membeli tiket.
Walaupun malam itu pasar senen terasa lumayan sepi dan datar namun niatku untuk pulang dapat tersampaikan juga.
Walaupun di tengah cerita saat pulang tasku sobek seperti ada yang membelahnya untuk mencuri dompetku.
Walaupun diakhir cerita aku tak bisa solat ied,
karena kereta yang terlambat tiba.
Walaupun di kereta aku tertidur di lantai beralaskan koran ( yang memang biasa aku lakukan)
namun Aku Akhinya Kembali ke Rumah.
Ke Pangkuan Ibuku dan Gunung Ungaran yang teduh
Mungkin Ini hanya cerita kecil seorang Co yang dapat tiket kereta untuk pulang kampung,
Yah Tapi ini ceritaku.
dan ini sangat berarti untukku.
_____________________________________________________________________________
Entah, Tapi Aku memang menulis cerita ini tentang lebaranku untuk ikut lomba di www.Burufly.com/, Entah Menang atau kalah.
Tapi Thanks buat yang mau baca tulisanku ini.
Deny Widiyantoro 31 Juli 2013
Senin, 01 Juli 2013
Masa Depan
.
Menatap Masa Depan bagai menatap jalanan.
Jalan Panjang yang tak tau ujungnya.
Entah setelah berjalan berujung di pinggir warung kopi, di sebuah lapangan bola ataupun tertabrak mobil
Pentingkah ? atau memang penting?
.
.
Tapi, ujung yang tak diketahui itu tak akan diketahui jika tak melangkah.
Kita bukanya tak sudi untuk menatap masa depan
bukanya tak sudi tuk melangkah ke jalanan itu,
kenyataanya kawan,
kita terlalu sibuk membayangkan akhir indah untuk ujunng jalan itu.
kita terlalu sibuk mengkhawatirkan halangan atau misteri di depan.
.
.
Berhayal jika aku jadi kamu, jika aku jadi dia.
jika mereka menurutku,
dan menurutku mereka harus itu, itu atau ini
.
Kita Hanya Bermimpi dan mengeluh
tanpa satupun langkah terayun ke depan.
Selasa, 25 Juni 2013
Perlukah
Perlukah Merasa Teriris ?
Peri Peri telah pergi dan kuncup bunga telah layu
saatnya tuk pergi
mendekat pada sang ajal.
mendekat pada sang nisan
Peri Peri telah pergi dan kuncup bunga telah layu
saatnya tuk pergi
mendekat pada sang ajal.
mendekat pada sang nisan
Kamis, 20 Juni 2013
Sosok
Kadang ku bertanya pada diri ini sosok yang dapat dikagumi jaman ini siapa ?
Kita mungkin lebih memilih untuk mengagumi sosok masa lalu.
Sudirman, Kartini, Tan Malaka, Gie, Chairil Anwar, Soekarno, Soeharto dan seterusnya.
Aku menyukai buku harian Gie,
yang dalam pergulatan pemikiranya.
entah benar atau salah.
Aku menyukai sosok kartini.
atas surat suratnya yang memukau
Namun Di Jaman ini,
masih adakah sosok figur yang bisa menjadi panutan ?
Apakah Idealisme sekarang terlalu mahal tuk dibeli ?
Mungkin aku muak atas presidenku saat ini atas kekurangan wibawaanya.
Mungkin aku muak dengan jajaran elit politik yang tersandung atau bahkan terjungkal oleh kasus.
entah itu sapi, Al Quran, korupsi atau urusan uang2 lainya.
Demokrasi berarti mewakilkan diri rakyat kepada sosok berbakat,
sosok yang peduli.
Aku tak mau punya pemimpin bermuka dua.
kalau ku sempat kan kupotong mereka menjadi dua juga.
Aku inginkan sosok hidup saat ini yang bisa membawa perubahan segar.
menjadi panutan akan sikapnya.
Tak Apalah,
mungkin saat ini ku hanya bisa mengidolakan sosok jokowi dan ahok.
tapi ku butuh lebih banyak sosok lain.
sosok untuk negeriku ini
Apakah kita harus maju menjadi sosok itu kawan ?
terjun di lumpur kotor ini.
Senin, 17 Juni 2013
Dongeng Lumut Cokelat
Berjalan di pematang sawah yang diselingi padi anakan yang berwarna hijau, Raja Rubah mengeram Pelan.
keempat kakinya berjalan dengan was was. Takut Akan ketahuan manusia yang bertuankan tanah tersebut.
Sudah 3 Hari ini sang Raja Rubah keluar dari hutan untuk ke sawah.
menuruni Gunung dan meninggalkan semak belukar. Dengan asa kan hidup lebih lama.
Ke Sawah Hijau di kaki gunung Lawu karena kehausan. Mata Air telah kering, sekering air mata banyak hewan yang mati kelaparan di kaki gunung itu.
Sang Raja Rubah terantuk sebuah batu. Batu yang membuatnya terkesima, batu yang tertutup Lumut Cokelat.
Lumut hidup.
Akan tenangnya di panas terik itu.
dan warna kecokelatan dan motif disekujur tubuhnya yang unik.
Dan Si Lumut terkesima juga dengan si Raja Rubah.
Rubah berwarna merah dengan moncong hitam dan gigi setajam silet.
bagai mau menerkam namun dengan sorot mata bijaksana
” Hai Lumut, Bagaimana Hidupmu disini ? Senangkah ? “
Tanya Sang Raja Rubah penuh tanya
” Aku Disini beratapkan langit dan panas serta suara-suara katak dan jangkrik dengan riang menemaniku”
” Aku Bahagia, Walaupun aku sepertinya tak ada apa-apanya dibandingkan dengan semesta”
Jawab Sang Lumut Cokelat
“Apa yang membuat tuan datang kemari ? ” Ujar si lumut cokelat sopan
“Wahai Lumut Cokelat ” Aku disini karena naluri agar tetap ingin hidup
“Air Di kaki gunung Lawu telah mengering dan mati.
mungkin karena pohon pohon besar dan tinggi yang telah hidup dari jaman kakekku masih kecil telah ditebangi”.
“Nyanyian Nyanyian bising dari suara suara logam yang dibawa mahluk berkaki dua yang kata tetuaku bernama manusia sungguh memuakkan.” Ucap Si Raja Rubah sambil mengeram
“Wahai Raja Rubah yang Baik, Aku hanya ingin berkata. Mungkin suatu saat akan tiba saatnya ketika mannusia dapat memahami dan mengerti mahluk seperti kita”
“Mungkin suatu saat mereka kan menyadari dan mengembalikan apa yang bakal mereka renggut”
“seperti Pak Petani yang setelah menebangi para padi, mereka menanam yang baru dan merawatnya”
ucap si Lumut Cokelat
“Mungkin, dan Terima kasih atas ceritamu wahai Lumut Cokelat “
Ucap Si Raja Rubah berlalu dengan pelan.
Ia Ingin kembali secepatnya ke Keluarganya.
Kepada Istrinya yang berbulu kekuning kuningan dan rakyatnya yang patuh.
Kepada Tetuanya yang Bijak dan anak anaknya yang lucu.
Si Lumut Cokelat berharap sang Raja Rubah kan kembali.
Namun.
.
.
.
Sang Raja Rubah tak mungkin bisa kembali lagi,
Tidak Untuk Si Lumut Cokelat, Tidak Juga Untuk Keluarga Si Raja Rubah.
Dan Si Lumut Cokelat tidak menyadari apa apa
Tentang Peristiwa
tentang hakekat apa itu yang disebut manusia
dia hanya bisa mendengar
Hanya terdengar letusan suara senapan dari Kejauhan Hutan…………….
Rabu, 12 Juni 2013
Keinginan
![]() |
| Keinginan |
memimpikan masa depan yang cerah dan bermimpi untuk tersenyum gembira.
diantara kita ada yang berharap untuk memiliki rumah mewah.
Istri cantik atau suami yang tampan serta pangkat yang bisa dibanggakan.
namun.......................
Diluar sana, kalau kita peduli dan melihat lagi.
Orang Miskin dan nggak mampu.
Yang Kelaparan
yang tak punya uang
yang tak punya tempat tinggal
ternyata kita memiliki banyak hal yang tak mereka punya.
Apalagi Anak kecil yang tubuh dekil namun tak mau mengiba
Apalagi pada para penjual jajanan di kereta2
apalagi pada pengumpul rongsokan
Apalagi pada Pak Tua yang mendorong gerobak tuanya juga
dan begitu bencinya aku pada orang yang kaya karena mengemis,
mengiba namun sebenarnya mereka mampu
dan sebegitu bencinya aku pada pejabat yang mengambil milyaran uang itu,
uang yang bisa digunakan untuk membangun sekolah2 di pedalaman itu dan jalan jalan yang rusak.
walaupun aku tak pantas membenci dan lebih layak dibenci
kemiskinan itu tanggung jawab kita bersama dan bukan hanya tanggung jawab negara.
Negara kita menanggung PNS, Aparat Keamanan dan pegawai BUMN
namun bukan orang miskin.
Debat aku kalau aku salah
Hujat aku jika kata2ku tak sesuai kenyataan.
Kita sudah nggak bisa mengandalkan Negara,
Tapi kita bisa mengandalkan Bangsa
Bangsa Kita yang besar ini
Yah paling nggak kita bisa peduli dengan orang lain.
Melihat senyum mereka semoga bisa membahagiakanmu
Rabu, 22 Mei 2013
Puisi - Rasa Rasa Sakit
Terhenyak dan kembali ku ke kenyataan.
kekenyataan pahit yang harus aku terima
dengan senyum palsu yang harus ku tahan agar terlihat kuat
dengan ucapan selamat yang aku katakan
namun tidak dengan yang ada di hatiku
.
.
terhenyak atas senyuman dan cerita bahagiamu.
saat kau katakan bahwa kau tetap cinta dia.
dan kan kembali untuknya dengan pemberian maaf yang indah darimu.
.
.
kau yang tersakiti
kau yang yang dikhianati.
menderita dan didera.
tapi tetap memaafkan akan pintanya
lagi
lagi dan lagi
.
.
mungkinkah ku hanya seorang pengecut yang hanya berdiri di sisimu tuk memperhatikanmu ?
mendengarkan keluh kesahmu
mendengarkan isak tangismu
dan berharap mendengarkan tawamu.
dan di akhir pembicaraan kita tentangnya.
tentang cincin yang ia lingkarkan ke jari manismu.
.
.
ku hanya dapat berujar pelan
di depan matamu yang pancarkan bahagia
“Selamat menempuh Hidup Baru kawan “
Jumat, 15 Maret 2013
Terima Kenyataan
Dulu pas kecil kita sering ditanyakan apa yang dicitakan.
Sambil berteriak penuh dengan semangat
Dokter!, Tentara!, Presiden dll.
Berteriak dengan senyum polos.
Disaat kita belum paham realitas saat telah dewasa.
Di saat telah dewasa kita memperoleh atau tidak memperoleh apa yang kita citakan.
Seperti saya yang bermimpi menjadi tentara karena melihat film-film perang yang keren keren.
namun sekarang berakhir menjadi akuntan yang kerjaanya mengotak atik angka.
dengan kebosanan pada atasan dan kerjaan.
kadang terasa Jenuh memang menghadapi realitas hidup ini.
Jenuh akan rasa
Jenuh akan tekanan.
Entah jadi supir, tukang becak, makelar,penjahat, pilot
dll
Tapi hidup terus berjalan.
ya kan kawan.
entah mau diterima atau tidak
entah bahagia atau tidak
tapi kenyataanya kita diberikan hidup yang lebih hebat dari film manapunn
Sambil berteriak penuh dengan semangat
Dokter!, Tentara!, Presiden dll.
Berteriak dengan senyum polos.
Disaat kita belum paham realitas saat telah dewasa.
Di saat telah dewasa kita memperoleh atau tidak memperoleh apa yang kita citakan.
Seperti saya yang bermimpi menjadi tentara karena melihat film-film perang yang keren keren.
namun sekarang berakhir menjadi akuntan yang kerjaanya mengotak atik angka.
dengan kebosanan pada atasan dan kerjaan.
kadang terasa Jenuh memang menghadapi realitas hidup ini.
Jenuh akan rasa
Jenuh akan tekanan.
Entah jadi supir, tukang becak, makelar,penjahat, pilot
dll
Tapi rasa-rasanya nggak ada salahnnya bersyukur
Tapi hidup terus berjalan.
ya kan kawan.
entah mau diterima atau tidak
entah bahagia atau tidak
tapi kenyataanya kita diberikan hidup yang lebih hebat dari film manapunn
Senin, 18 Februari 2013
You’ll never, ever walk alone. - Liverpool FC
When you walk through a storm hold your head up high
And don’t be afraid of the dark.
At the end of a storm is a golden sky
And the sweet silver song of a lark.
Walk on through the wind,
Walk on through the rain,
Tho’ your dreams be tossed and blown.
Walk on, walk on with hope in your heart
And you’ll never walk alone,
You’ll never, ever walk alone.
Walk on, walk on with hope in your heart
And you’ll never walk alone,
You’ll never, ever walk alone.
Saya Suka Juventus. Tapi Bukan berarti saya membenci klub lain.
Dan saya suka Lagu Ini
Senin, 21 Januari 2013
Hadapi Banjir Jakarta dengan Optimisme
menurut saya :
Sepertinya beberapa orang salah mengartikan banjir di jakarta.
memang banjir kali ini terasa lebih berat dibandingkan tahun- tahun sebelumnya.
Namun kita mesti bersyukur tidak diberi air bah seperti zaman Nabi Nuh
:D
Kemarin sore aku berjalan-jalan di latu -harhari saat matahari tenggelam
dan kulihat satpol PP saling bahu membahu membuat perbaikan tanggul.
( satpol PP yang biasanya kita hujat karena menghancurkan warung2 di pinggir jalan)
dan mereka bekerja keras untuk masyarakat
Dan diantara banjir-banjir ini.
masih banyak orang yang tertawa sambil berfoto di antara derasnya banjir
masih banyak anak-anak yang bermain diantara derasnya hujan.
Di daerah kos ku yang banjir,
air menggenang dan memasuki rumah-rumah
dan walaupun 2 hari mati lampu namun banyak orang tetap bertahan
:D
mereka masih bisa tersenyum,
dan di pemberitaan sepertinya mereka disana karena menjaga harta mereka.
tapi lebih dari itu sebenarnya mereka tinggal karena itu memang rumah mereka.
rumah usang yang ditinggali bertahun-tahun.
dan masih banyak orang yang dapat tertidur nyenyak di kota ini.
walaupun diatas rel, di halte trans jakarta di tempat tempat penampungan.
karena itu, terima kasih atas segala pihak yang memberikan bantuan pada kota ini.
Dan patut diingat
banyak orang di kota ini yang berhati kuat
karena mereka sudah sering menderita
Kami memiliki hati dan optimisme
Indonesiaku
Hai Indonesiaku,
Kami sayang denganmu.
Namun Kami masih belum Memahamimu,
yang Kami tahu adalah Undang -undang 45, dan menghormatinya secara membabi-buta.
namun kami tidak mau mengerti bahwa UUD 45 adalah buatan manusia.
manusia-manusia yang memiliki cita-cita untuk Indonesia.
Dan Kami belum dan belum bisa untuk mewujudkanya
Secara Realistis
Secara Nyata
yang Kami teriakkan adalah Merah Putih
Namun kami belum mengerti Apa itu sang saka Merah Putih.
Yang Kami Lakukan hanya menghormati Bendera saat Upacara dan memasangnya saat 17 Agustus.
Namun Kami Sungkan untuk menunjukkan Kemerah-putihan kami
Menunjukkan Bahwa Kami Berani
Berani dalam arti sebenar-benarnya
Menunjukkan Bahwa kami Suci
Suci dalam Pikiran, Perkataan dan perbuatan
(Layakanya Dasa Dharma no 10 )
Kami hanya memahami Burung Garuda hanya sebagai lambang.
Lambang Negara
Yang bulunya kalau dihitung mencerminkan tahun kemerdekaan kami
Namun Kami tidak bisa bersikap layaknya sang burung garuda
Kami Hanya Emprit kecil yang bisanya mencuri padi di sawah
Indonesiaku
Kamu Telah menderita bertubi -tubi
dari era kolonial, Soekarno, Soeharto, demokrasi sampai presiden kami sekarang yang kurang punya wibawa ini
Saatnya Bangkit
Bukan Atas nama mahasiswa, tentara apalagi FPI
Bukan menghadap ke Barat, Amerika, Cina apalagi korea
Kami Atas Namamu, Atas Budayammu dan atas sila-silamu
Kami sayang denganmu.
Namun Kami masih belum Memahamimu,
yang Kami tahu adalah Undang -undang 45, dan menghormatinya secara membabi-buta.
namun kami tidak mau mengerti bahwa UUD 45 adalah buatan manusia.
manusia-manusia yang memiliki cita-cita untuk Indonesia.
Dan Kami belum dan belum bisa untuk mewujudkanya
Secara Realistis
Secara Nyata
yang Kami teriakkan adalah Merah Putih
Namun kami belum mengerti Apa itu sang saka Merah Putih.
Yang Kami Lakukan hanya menghormati Bendera saat Upacara dan memasangnya saat 17 Agustus.
Namun Kami Sungkan untuk menunjukkan Kemerah-putihan kami
Menunjukkan Bahwa Kami Berani
Berani dalam arti sebenar-benarnya
Menunjukkan Bahwa kami Suci
Suci dalam Pikiran, Perkataan dan perbuatan
(Layakanya Dasa Dharma no 10 )
Kami hanya memahami Burung Garuda hanya sebagai lambang.
Lambang Negara
Yang bulunya kalau dihitung mencerminkan tahun kemerdekaan kami
Namun Kami tidak bisa bersikap layaknya sang burung garuda
Kami Hanya Emprit kecil yang bisanya mencuri padi di sawah
Indonesiaku
Kamu Telah menderita bertubi -tubi
dari era kolonial, Soekarno, Soeharto, demokrasi sampai presiden kami sekarang yang kurang punya wibawa ini
Saatnya Bangkit
Bukan Atas nama mahasiswa, tentara apalagi FPI
Bukan menghadap ke Barat, Amerika, Cina apalagi korea
Kami Atas Namamu, Atas Budayammu dan atas sila-silamu
Jumat, 11 Januari 2013
Jalur Jalur Pendakian
Indonesia memiliki bannyak gunung gunung yang cantik,
Gunung yang menjulang ribuan meter.
di pulau jawa sendiri banyak gunung-gunug yang memiliki vegetasi dan kharateristik masing-masing yang mungkin hanya dapat dilukiskan jika kita mendakinya.
Dari Gede Pangrango yang terkenal akan kecantikan lembah mandalawanginya, Merapi dengan kawahnya, Slamet dengan keangkeranya sampai Semeru dengan ranu kumbolonya yang sampai diangkat di layar lebar.
Mendaki gunung menurutku adalah perjalanan yang menyenangkan yang diiringi tawa dan canda serta udara segar yang susah ditemukan lagi di kota.
melihat mentari di pagi hari di puncak dan menghabiskan malam malam dingin di tenda merupakan sensasi tersendiri.
Namun ada hal-hal yang perlu disesali jika kita melewati jalur-jalur pendakian.
Sampah Banyak ditemui di Pos -pos pendakian. seperti halnya saat beberapa bulan lalu aku mendaki lewat jalur ciremai lewat jalur lingga jati.
di setiap pos sering kali aku temui sampah yanng ditinggalkan para pendaki.
mungkin banyak pendaki yang terlalu malas untuk membawa turun sampah mereka seperti botol, plastik dan bekas makanan.
Hal ini patut disayangkan, karena jika kita mengotori jalur -jalur pendakian dengan sampah yang susah terurai itu maka sangat susah dibersihkan.
apalagi mengingat sampah tersebut ada yang baru terurai bertahun-tahun lamanya dan mengambil dari gunung semua sampah itu terhitung susah.
Kita harus memberikan aplaus jika ada organisasi atau pecinta alam yang mau melakukan bersih gunung yang paling tidak mengurangi jumlah sampah di gunung.
Namun kesadaran yang paling utama adalah diri kita sendiri.
Kita seharusnya malu jika menyampah.
bukankah hal ini seharusnya mudah jika kita mau membawa sampah kita sendiri turun gunung terutama yang anorganik.
Itu saja.
Semoga Kata-kata saya tidak menyakiti dan kita tergugah untuk lebih peduli kepada lingkungan.
Terima Kasih
Langganan:
Komentar (Atom)





