Kamis, 31 Mei 2012

Potret Negeriku



Potret Kesejahterahan Indonesia kini masih jauh dari Kemerdekaan untuk hidup sejahtera. Samsul bocah 10 tahun yang tinggal di Kaki Gunung Slamet tepatnya Desa Bumijawa Kabupaten Tegal yang kini bekerja sebagai penjual bakso “Cilok”. Samsul adalah sulung dari 4 bersaudara yang duduk dikelas 4 SD. Zindan adik kandung dari Samsul yang duduk di kelas 1 . Keduanya sangat piawai mempersiapkan dagangan ciloknya. Setiap pulang dari sekolah Samsul dan zindan mulai menjajakan jualannya. Samsul tidak merasa malu saat berjualan, bahkan ia merasa senang bisa membantu kedua orangtuanya. Samsul sangat senang jika zindan membantu berjualan bersamanya. Prihatin dengan kondisi orang tuanya, sepulang sekolah Samsul berjualan cilok demi mendapat sedikit rupiah.

Tak jarang Samsul dan keluarga terpaksa makan cilok tengik bila tak ada lauk teman nasi.Berbagi tugas dengan adiknya menabuh bambu guna memberi tanda saat berjualan keliling. Harga cilok dagangannya hanya 500 rupiah. Keduanya harus piawai menjajajkannya karena harus segera habis dalam sehari. Perjuangan Samsul tidak sampai disini ia harus menggendong gerobaknya. Ia tidak peduli dengan rasa sakit dipundaknya. Kadang pembeli sering hutang kepada Samsul, tapi bocah kecil ini tidak berani untuk menagih hutang dari pembeli ciloknya. Samsul seringkali berjualan diluar desanya. Bumijawa memang desa yang curah hujannya tinggi, sering Samsul dan Zidan harus bersabar untuk mengejar jualan ciloknya hingga habis karena turun hujan.

Ayah Samsul nikah muda, Ia pekerja serabutan untuk mendapatkan sesuap nasi. Ibu Samsul kini menderita sakit yang membutuhkan biaya pengobatan. Modal yang Samsul dapat merupakan iba dari salah seorang kios penggiling daging walaupun hutang keluarga Samsul belum tertunaikan. Apa mau dikata, Samsul harus berjuang demi mendapatkan rezeki untuk membantu kedua orang tuanya. Samsul tak lepas dari cacian teman-teman sebayanya saat berjualan. Ia tidak peduli dengan itu semua. Masa kecil Samsul tidak sepenuhnya bias ia nikmati. Teman-teman sebayanya kadang ingin mengajak bermain saat pulang sekolah namun Samsul keluar rumah dengan gerobag yang di gendongnya. Ibu Samsul sering merasa bersalah melihat anaknya berjualan keliling untuk membantu perekonomian keluarganya.

Jarak kelahiran anak-anaknya sangat dekat sehingga pengeluaran ekonomi sangat banyak. Terutama untuk pendidikan anak-anaknya. Hingga kini Samsul masih punya tunggakan biaya pendidikan di sekolahnya. Jualan cilok tidak mampu menutupi segala pengeluaran keluarga.

Dalam Sehari Samsul berjualan cilok hanya mendapatkan uang kurang lebih 12.000 rupiah. Terkadang orang tua Samsul menyerah karena tidak sanggup mebiayai sekolahnya. Samsul punya cita-cita bisa melanjutkan ke Pondok Pesantren. Namun, kedua orangtuanya tidak sanggup mewujudkan impian Samsul. Samsul nasibnya tidak ingin seperti orangtuanya, Ia ingin tidak buta huruf. "Samsul ingin mondok di pesantren, tapi ibu nggak punya uang. Samsul nggak ingin seperti bapak & ibu, nggak sekolah" kini Samsul dengan Semangat dan Kemauan yang tinggi dalam berjuang untuk mencapai cita-citanya.





sumber : http://www.klikunic.com/2012/05/samsul-sang-penjaja-cilok-di-kaki.html#ixzz1wWGHxAb2

Kota itu disebut Ungaran



 Yah Kota Kecil ini,
Walaupun banyak orang yang enrtah kurang tahu atas kota di bawah kaki gununng ungaran ini
Tapi Ini Kota yang kucintai

dimana dulu aku sering bermain di sawah dengaan kawanku
atau mencari ikan

bermain permainan kuno seperti "jitong pet" , "suda Manda" , "bentik" dll

dengan kawanku imam dan fai, yang sekarang masing masing telah berjuang di tempatnya

Alhamdulillah Ungaranku masih secantik dulu

di kaki gunungMu yang teduh,

dan masa kecil itu kadang kami habiskan pergi ke tegalan


mencari durian durian yang jatuh

atau dengan kakaku menjaga sawah dari serangan burung.

dan ketika siang menjelang, diantarkanlah  makan siang.

dan kami berdua makan dengan lahap.


serta ketika saat puasa menjelang. kami beramai ramai pada saat mentari belum menampakkan sinarnya

berjalan menyisiri hutan hutan dan  tanaman kopi untuk melihat pagi dan pemandangan yang indah di Ngipek

hari hari dimana kami berdiri diatas rerumputan nan hijau dan air yang bening

dan ikan berenang dengan lucunya


Sahabatku, masa lalu kita patut dikenang,
masa depan patut untuk diperjuangkan





Ungaran Tercinta













Rabu, 16 Mei 2012

Ekonomi Islam : Suatu Pembelajaran yang terlupakan

Ekonomi Islam : Suatu Pembelajaran yang terlupakan

Sebagian Besar dari kita yang berkuliah di kampus umum di Fakultas Ekonomi mungkin kurang tahu ekonomi Islam.
tahunya mungkin Wealth Nationya Adam Smith  ( dan yang kemungkinan besar belum pernah kita baca juga :P) atau PSAK (yang dibuka menjelang pengerjaan sidang skripsi atau TA  serta menghitung dan mengkalkulasi angka angka fiktif di mata kuliah akuntansi atau manajemen.

Sebuah pembelajaran yang menarik yang berbeda dari ekonomi konvensional  dengan sloganya yang terkenal

" Mendapatkan Keuntungan yang sebesar besarnya dengan pengorbanan sekecil kecilnya"

yang jika ekonomi konevensional diterapkan secara utuh maka yang ada justru saling sikut, saling merugikan dan pemerasan sumber sumber daya secara "tidak terkatakan".

fokus pada ekonomi konvensional sepertinya terfokus pada pengerukan uang sebanyak banyaknya sebagai tambahan modal terus menerus dan akhirnya juga digunakan untuk mengeruk keuntungan yang semakin banyak lagi. ( terus dan terus) padahal pada akhirnya orang yang mengumpulkan uang sebanyak banyaknya itu akan mati dan tidak membawa harta hartanya. hedeeh.

Teori ekonomi islam justru menekankan pada tujuan manusia yaitu bukan hanya dunia tetapi juga akhirat dimana teori ini menganut zakat untuk kepentingan umat  dan sedekah untuk orang lain. dimana jika dilogika dengan pemikiran pemikran rasional para kapitalis enggak akan sampai.


Teori ini juga tidak mengakui adanya Bunga,
hehew, dimana  para kapiitalis hampir pasti akan menolak teori ini.apalagi bagi para pemilik modal ini dengan diterapkanya sistem bunga mereka kan bisa hidup  santai dengan hanya meminjamkan uang tanpa resiko tapi uang itu akan berlipat.
Lah yang kasian pengusaha yang meminjam uang karena mereka harus mengembalikan uang walaupun dalam keadaan rugi. sedih
dan pada akhirnya saudara saudara sekalian yang paling dirugikan adalah kita sendiri karena harus membeli barang dengan harga yang lebih tinggi ( inget g? teori pembebanan bunga?)
T.T

Ekonomi Islam Dimataku Lebih adil dibandingkan sosialis atau kapitalis.
aneh juga menurutku tapi ekonomi ini juga tujuanya juga memiliki

Tapi tidak bisa dipungkiri dalam Teori ekonomi islam yang terpenting adalah hati.
Ekonomi Islam dasarnya adalah kepercayaan dan kejujuran. makanya jika dimaknai dan coba dipelajari InsyaAllah nggak rugi.
Teori ini didasari oleh Al Quran dan Rasullulah SAW ( Orang no 1 di dunia)


Karena kenyataan hidup ini pahit kawanku jika kamu telah terjun di dunia kerja dan idelisme kamu mungkin terbentur oleh realitas di lapangan.
yah walaupun ada manisnya juga kerja (dapat gaji, makan gratis,temen sama maen di kantor).
:D
Mari Belajar

Senin, 14 Mei 2012

Blood Upon the Risers

 A Nice Song, Impressive and Interesting.
Song That Make our blood blow up and our spirit rise



Blood Upon the Risers

He was just a rookie trooper and he surely shook with fright.
He checked off his equipment and made sure his pack was tight.
He had to sit and listen to those awful engines roar.
You ain't gonna jump no more.

Chorus:
Gory, gory, what a hell of way to die.
Gory, gory, what a hell of way to die.
Gory, gory, what a hell of way to die.
He ain't gonna jump no more.

"Is everybody happy?" cried the sergeant looking up.
Our hero feebly answered, "Yes", and then they stood him up.
He jumped into the icy blast, his static line unhooked.
And he ain't gonna jump no more.

Chorus

He counted long, he counted loud, he waited for the shock.
He felt the wind, he felt the cold, he felt the awful drop.
The silk from his reserve spilled out and wrapped around his legs.
And he ain't gonna jump no more.

Chorus

The risers swung around his neck, connectors cracked his dome.
Suspension lines were tied in knots around his skinny bones.
The canopy became his shroud, he hurtled to the ground.
And he ain't gonna jump no more.

Chorus

The days he lived and loved and laughed kept running through his mind.
He thought about the girl back home, the one he left behind.
He thought about the medicos and wondered what they'd find.
And he ain't gonna jump no more.

Chorus

The ambulance was on the spot, the jeeps were running wild.
The medics jumped and screamed with glee, rolled up their sleeves and smiled.
For it had been a week or more since last a 'chute had failed.
And he ain't gonna jump no more.

Chorus

He hit the ground, the sound was "Splat," his blood went spurting high.
His comrades they were heard to say, "A helluva way to die."
He lay there rolling 'round in the welter of his gore.
And he ain't gonna jump no more.

Chorus

There was blood upon the risers, there were brains upon the 'chute.
Intestines were a-dangling from his paratrooper suit.
He was a mess, they picked him up and poured him from his boots.
And he ain't gonna jump no more.

Rabu, 09 Mei 2012

Merapiku




Merapiku,
Wajahmu telah berbeda dari 2 tahun lalu aku terakhir mendaki tanahmu  yang berbatu dan berdebu

Merapiku Panasmu yang dulu kurasakan sekarang telah terganti oleh kabut kabut tipis dan embun
Bahkan di Bulan Mei ini,
Bulan yang seharusnya Edelweiss kecil mulai mekar di jalur kartini

Merapiku Wajahmu kini rasanya sendu
dan puncakmu yang menyimpan kenangan itu telah menghilang separuh.
meninggalkan separuh dari jalan yang pernah aku tapaki

Merapiku, sekarang aku bisa melihat kota itu dengan jelas dari puncakmu
diantara embun dan angin yang menderu
Diantara Gas Gas yang menyengat itu

kamu tetap cantik seperti dulu,
tetap tenang seperti kala itu,
merapiku tetaplah tidur yang lelap
lelap dan teduhmu
untuk keluargaku di Wapalhi
untuk senyum senyum penduduk di desa itu

Kita dan Negeri Belanda


Kita dan Negeri Belanda

Negeri Kecil yang terkenal akan bunga tulip ini, memiliki sejarah panjang yang dekat dengan bangsa Indonesia. Walaupun Aku Akui, Sejarah yang pahit.  350 Tahun Penjajahan mungkin masih melekat kuat  diingatan.  Negeri  yang memilki kedekatan emosi dengan negeri kita, Yah aku yakin itu.

Tapi Mari kita lupakan sejenak atas penderitaan masa lalu itu. Penderitaan yang memang kita rasakan namun mungkin dahulu banyak  orang belanda disana sendiri tidak tahu penderitaan negeri kita. Dan semoga Indonesia dan Belanda saat ini menjalin  hubungan yang dekat sebagai keluarga. Dan masa lalu biarlah masa lalu untuk dikenang.

Negeri Tulip inilah tempat dimana beberapa pahlawan nasional pernah  belajar seperti dokter sutomo dan dr Ratulangi.  dimana Raden Ajeng Kartini menulis di dalam  surat suratnya keinginan pergi kesana untuk belajar dan membangun Negeri Indonesia.  Untuk mendalami ilmu, dan ingin mempelajari budayanya.

Surat Suratnya pada Nyonya J.H Abendanon yang memukau dimana keinginanya untuk  memajukan kaum perempuan pribumi . Aku Tidak ingin memuji muji Negeri Belanda ini. Namun Aku ingin agar orang Indonesia Sekarang  belajar dari negeri ini.

Ketika ke Kota Tua Jakarta atau ke Kota Lama Semarang  membuatku  membayangkan negeri belanda, dengan  bangunan bangunanya yang artistik mungkinkah aku jumpai juga di  Negeri Tulip itu?

Aku ingin  Perbedaan budaya kita yang ketimuran yang penuh kesopanan dan kelembutan  disandingkan dengan  budaya mereka yang penuh warna Hidup Bersama .
Dimana suatu saat nanti Gamelan akan disandingkan dengan piano di sebuah teater di Amsterdam  atau  kisah sang penulis cilik “Anne Frank” dipentaskan di Gedung Kesenian Jakarta.

Yah mimpi itu ada, Kita Indonesia dan Negeri itu
 
Belanda

Selasa, 08 Mei 2012

Kepedulian Seorang CEO Bakrie Group

Menjadi seorang Pimpinan suatu perusahaan mungkin terdengar 'Wah kereen".
Gaji Tinggi, Posisi yang terjamin , tunjangan dll.

 Tapi dibalik itu ada tanggung jawab yang harus diemban dan rasa sakit yang sering kali harus ditanggung sendiri.
Padanyalah hidup mati perusahaan.

Menjadi Seorang CEO berarti melibatkan diri untuk peduli pada Bawahan, Memenuhi kepentingan kepentingan pemerintah dan pemegang saham  serta tidak melupakan kepentingan Masyrakat Umum.
Keseimbangan dengan mengorbankan dirilah yang dibutuhkan olehseorang CEO.

Jika Suatu Saat Nanti saya jadi seorang CEO Bakrie Group, maka akan saya tekankan kepedulian pada masyarakat dan kinerja Manajemen.

1. Perombakan Manajemen
hal yang pertama tama saya lakukan adalah perombakan manajemen dimana orang-orang yang duduk disana dengan malas dan dengan gaji tinggi akan saya paksa untuk berpikir dan berusaha keras seperti orang-orang yang hanya kerja sebagai buruh ataupun kuli di Bakrie Group.

Sedangkan Mereka yang telah bekerja karena loyalitasnya akan dijaga dan dihormati. bukan karena jabatan jabatan mereka namun karena konstribusi dan perjuangan untuk memajukan perusahaan.

Atas nama kemanusiaan, Gaji Para Pegawai yang dibawah standar akan dinaikkan dan tunjangan tunjangan untuk para petinggi akan dikurangi.
Prinsip Kesetaraan akan dijunjung tinggi dimana tidak ada rasa torelir pada Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

Prinsip kerja adalah Prefessional, dimana pekerjaan akan Diberikan Berdasarkan Kualitas bukan pada kedekataan Hubungan.

Dengan Perubahan ini sebagai CEO saya mengharapkan efektifitas dan efisiensi usaha berjalan.
tidak peduli pada tekanan dari luar yang mau mempengaruhi keputusan saya.

2. Pengolahan Produk
Pada Anak anak Perusahaan Bakrie yang mengahasilkan barang mentah, barang mentah tersebut tidak akan saya jual langsung ke luar negri.

Produk Produk tersebut seharusnya diolah kembali dan pada akhirnya akan dijual kembali dengan nilai yang lebih tinggi.
saya dapat membuka lapangan kerja yang kerja lebih pada warga Indonesia.
dan akan saya berikan apresiasi lebih kepada Anak Anak Perusahaan yang tidak hanya mengejar target dan target laba.
tetapi juga yang dapat memberikan Inovasi yang Lebih dan Lebih pada produk produk pada Bakrie Group.
disayangkan jika hanya mengejar laba yang tinggi namun tanpa inovasi produk  kemungkinan akan terjadi
"KEGALAUAN" 
  ( Sesuatu yang tidak usah saya jelaskan)

3. Merangkul Usaha Pribumi dan Pendidikan
Di Perusahaan Besar seperti Bakrie Group yang memilki omzet yang tidak terhitung sangat penting untuk merangkul usaha usaha kecil dan perlu suntikan modal.

Para Perusahaan kecil yang butuh berkembang dimana saat ini produk produk luar negeri sangat sangat mudah  masuk dan mengancam pengusaha pengusaha kecil.

dengan merangkul mereka diharapkan usaha usaha kecil mulai berkembang lapangan kerja semakin meningkat dan kesejahteraan rakyat semakin tinggi.

Jika Bakrie Group terjun dan dapat menjaga stabilitas ekonomi rakyat kecil maka Bakrie Group dapat memiliki tempat di Hati Rakyat dan tidak akan dicap menjadi Perusahaan Liberal yang hanyaa memperkaya diri sendiri.

Hal Ini dapat menjaga kelangsungan Bakrie Group.

disisi Lain Harus juga merangkul pendidikan. dengan memajukan pendidikan di indonesia diharapkan generasi muda dapat memberikan inovasi dan pemikiran kedepan yang lebih.

para mahasiswa dengan pemikiranya juga dapat dirangkul karena idelisme mareka juga dibutuhkan
Mereka yang terdidik dapat membuka mata negeri ini yang rasa rasanya suram

4.  Manjaga Kelestarian Lingkungan
Akan saya keluarkan jutaan dolar agar perusahaan perusahaan Bakrie Group dapat ramah lingkungan.
dengan tehnologi pengolahan limbah dan daur ulang.
Akan saya perintahkan untuk penanaman dan PEMELIHARAAN jutaan pohon dan pelestarian lingkungan.
Akan saya pecat direktur yang membuang sampah sembarangan dan menegur  dengan keras para bawahan yang mengotori lingkungan.

Dengan Tehnologi ramah lingkungan dan kepedulian lingkungan maka  untuk kedepanya akan berjalan selaras anatara kepentingan Pengusaha dan Keselamatan Bumi.

saya ingin agar para orang di bakrie group dan orang orang banyak lain dapat hidup di tempat yang nyaman dan lestari dan bukan hidup di tempat berpolusi dan penuh limbah.
saya memimpikan hal tersebut.

5. Masalah Lapindo
Akan Saya Bayar lunas langsung hutang pada korban Lapindo dan perbaikan Sidoharjo secara menyeluruh.
TITIK!!!
Atas nama Hati Nurani saya

Negeriku

Republik Indonesia

Republik Kita tercinta ini, yang sangat luas. negeri kepulauan yang "katanya" kaya raya.
Tapi Banyak Diantara penduduknya yang dan menderita. dimana pendidikan layak bagi banyak anak
hanya merupakan cita cita dan untuk makan 3 x sehari merupakan dambaaan yang belum tentu bisa diraih.
Negeri Dimana Moral Semakin Merosot dan uang merupakan tujuan.
Diamana tontonan tontanan berisi hal hal memilukan dan memalukan

Negeriku tercinta. engakau dihuni oleh berbagai macam manusia.
yang entah itu orang baik, munafik, sok suci , koruptor , pemimpin dan lainya yang entah aku tak tahu lagi.
Negeriku, Sadarku bukan hanya kamu yang menderita

Di Belahan Bumi Manapum Adaa penderitaan penderitaan yang diteriakkan sejuta umat manusia.
Apakah hanya kepada Allah SWT kita hanya berharap dunia ini akan lebih baik?
Aku Rasa Iya,

Dunia Mimpi Dimana Tidak Ada Lagi Kemunafikan
Kelaparan
Cemoohan dan Diskriminasi


Dan Jalan Jalan Ini Masih Panjang,
Dan Mimpi Mimpi yang tertuang di dalam Amandemen ataupun undaang undang sampai sekarang mungkin hanya mimpi.


ya, tapi kami terus hidup
tidak peduli pada aturan manusia yang berisi mimpi dan bualan belaka
kami masih menjinjing harapan kami
Pada Allah SWT lah kami Berharap
Negeri Tercinta, Negeri Indonesia
Dan Untuk Negara Negara Lain
Kehidupan Akan Lebih Baik

--------------
Catatan Dari Seorang yang GALAU akan Kehidupan yang berisi hal hal yang absurd ini

Rabu, 02 Mei 2012

Bosan Bosan Bosan

Kerja, Kerja dan Kerja

Rasa Jenuh itu datang dan menurunkann produktivitas kita. Walaupun Gaji Setinggi ataupun jabatan setinggi apapun mungkin suatu saat akan terasa jenuh juga. keluar dari rutinitas yang membosankan. diantara kerjaan yang menumpuk mungkin ataupun suasana yang kurang nyaman dapat mendatangkan rasa jenuh pada pekerjaan.

Hal ini jika Tidak ditanggulangi Maka Produktivitas dapat menurun dan pekerjaan jadi terbengkalai.
Saya yang menulis tulisan ini juga pernah merasakan hal tersebut.

Namun Tidak perlu dipungkiri, seiring berjalanya waktu. Rasa Jenuh itu dapat terobati dengan rileks sejenak atupun meepaskan penat.

Pikiran yang terpusat melulu tanpa istirahat juga belum tentu sehat.

Menurutku ada beberapa langkah yang dapat kamu ambil jika sudah mengalami kejenuhan yang amat sangat. mungkin hanya sebuah nasehat umum, tapi gpp lah. namanya juga berbagi :D


1. Ingat orang yang disayangi misalnya Orang Tua, Lihat Foto Mereka mungkin cukup membantu kamu

2.  Dengerin Musik, Musik yang tenang mungkin membantu

3. Ngobrol Ngobrol dan ngobrol

4. Sholat Bentar

5. Mandi

6. Pergi entah kemana

Entah hal itu kecil mungkin berarti

Sayup Hujan Di Jakartaku

sayup hujan di Jakartaku

Suara Suara Hujan Sayup Terdengar di kota ini
sungai sungai coklat
Dihiasi banyak rumah kecil disamping kanan kirinya

Terlihat tenang dan menggenang
jumlah mentari menyinarinya semakin sedikit
Jutaan Sampah ikut berenang bersamanya
menyatakan banyak kesedihan dan teriakan sejuta warga kota

Tetes tetes air mulai jatuh ke jantung ibu kota
Menggenangi Jalan Jalan Rusak dan Kumuh Di kota ini
menyelusup di got got yang rusak dan hitam

Terasa Sakit dan menyiksa
dan orang orang berlarian
ada yang menghujat ada yang mengeluh

hujan semakin kencang menerpa
dan dia mengundang angin untuk bercanda denganya

air dan angin ini dingin
menyejukkan kota yang ramai ini
yang kadang butuh istirahat
yang kadang butuh cinta