Rabu, 28 November 2012

Surat Buat SBY dari Seorang Akuntan


Kepada : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

Perkenalkan nama saya Deny Widiyantoro,
Saya ingin menyampaikan beberapa Hal mengenai partai politik di Indonesia dari sisi saya sebagai akuntan



Masyarakat sekarang lebih peka terhadap masalah politik,
Pers juga banyak membicarakan  masalah-masalah Negara ,para pengamat juga sepertinya  terus memperhatikan perkembangan  atas masalah masalah yang menimpa elite Politik di Negara Ini.


Patut disayangkan kepercayaan pada pemerintah saat ini dalam kondisi turun seperti yang diberitakan di koran-koran.
penegak hukumpun dinilai kurang kompak seperti yang terlihat pada KPK dan Polri.



yang ingin saya utarakan adalah, Kenapa laporan Keuangan partai politik yang menduduki kursi di anggota legislatif tidak dipublikasikan ? secara umum masyarkat ingin tahu atas  kondisi partai yang akan mereka pilih di pemilu mendatang.
saya harapkan bapak memiliki ketegasan untuk  memerintahkan semua partai politik mempublikasikan Laporan Keuanganya secara Benar ke masyarakat umum

dengan laporan yang dipublikaskan secara umum maka seterusnya saya berharap :
1. Masyarakat tahu sumber pemasukan partai dari mana saja dan untuk apa saja penggunaanya
2. besaran biaya yang digunakan partai dalam pemilu dan menjalankan aktivitasnya sehingga dapat dievaluasi jika  memang lebih baik dialokasikan ke sektor lain
3. mengurangi angka penyelewengan dengan harapan laporaan tersebut juga diaudit oleh audit independen secara benar


Hal itu yang dapat saya sampaikan,
saya mencoba bersikap netral dan berharap semoga Indonesia menjadi Lebih Baik
Terima kasih dan saya  berharap aspirasi saya dapat berguna.



Deny Widiyantoro








                     Sebuah surat yang saya kirim ke situs SBY yang secara pesimistis saya kira tidak    
                      akan disampaikan

Selasa, 20 November 2012

Eddie Vedder - Society


My Favorite Song - Society


It's a mystery to meWe have a greed with which we have agreedYou think you have to want more than you needUntil you have it all you won't be free
Society, you're a crazy breedI hope you're not lonely without me
When you want more than you haveYou think you needAnd when you think more than you wantYour thoughts begin to bleed
I think I need to find a bigger place'Cause when you have more than you thinkYou need more space
Society, you're a crazy breedI hope you're not lonely without meSociety, crazy and deepI hope you're not lonely without me
There's those thinking more or less, less is moreBut if less is more how you're keeping score?Means for every point you make your level dropsKinda like it's starting from the top, you can't do that
Society, you're a crazy breedI hope you're not lonely without meSociety, crazy and deepI hope you're not lonely without me
Society, have mercy on meI hope you're not angry if I disagreeSociety, crazy and deepI hope you're not lonely without me Source :  : http://www.metrolyrics.com/society-lyrics-eddie-vedder.html





Yeah, I want to Runaway,
Runaway into the rice field.
Sand, Blue sky, forest



I Hope I Can Stand.
But Not Lonely
With ALL of you.

My Freind




Forever

And the when the time is come.
I Hope we can Smile





cheers

Jumat, 16 November 2012

Ngomong Sendiri

Den, Apakah Kamu Lihat ?

Apakah kamu telah merasakanya ?


Den, Bangkit

Ketika mata terpejam dan tak tahu akan melihat pagi atau tidak.

dan apakah kamu sudah bersyukur?

Den

Ingat Den,



tanggung jawab ini ada di pundak kamu

Rabu, 14 November 2012

Smiling Tour - Part 2 Merah Putih di Hari Sumpah Pemuda


t Chapter  4  Campfire Memories

5.00 sore, 27 October 2012

" Cepetan Cuk, Carier karo wonge duwuran wonge "  Anas berteriak sambil bercanda  kepada Irfan yang agak kesulitan melewati pinggiran kawah.
" Ki Ketoke aku kurang latihan kang"  ujarIrfan yang harus membawa carier menyisiri kawah
Jam sudah menunjukan Pukul 5, sementara rombongan 4 Jomblo dari semarang itu terus melangkah
ditampar oleh angin dingin yang beranjak naik, matahari pun mulai hinggap turun di ufuk barat
Diterpa Angin Dingin



"Ktoke Jalur Lingga Jati lewat kono" kata Hardok sambil menunjuk arah timur,
terlihat  siluet  garis garis kuning dan merah jaket pendaki dari kejauhan.
dari PaLUTUNGan ke lingga jati memang harus menyisiri  kawah.

"Piye nek ngeecamp nenk kene, kang?" Ucap Deny pada Anas.
mereka tiba cekukan agak kedalam di pinggir kawah yang bisa digunakan untuk mendirikan Doom.
" Halah Mlaku sek Tik"   Ujar Anas sambil menyeka wajahnya yg merah karena terik tadi siang.

Beberapa saat kemudian mereka menemukan sebuah cekungan lagi dan bekas api unggun.
karena jam sudah hampir menunjukkan jam setengah enam 

setelah mendirikan Camp di tempat yang cukup hangat  itu, Irfan  menyeduh Kopi hangat dan Mie Rebus untuk menghangatkan badan.
( Enake Puol!!)
Deny sambil mengenggam Kopi hangat menatap kejauhan,
Gunung Slamet terlihat Cantik dengan awan di kaki kakinya.
Di Belakang adalah Kawah Ciremai dan di depan mereka terhampar bunga edelweish
Begitu cantik pikir Deny

          Anas
Anas kemudian menyalakan Api Unggun dari Kayu yang dikumpulkan Irfan dan Deny.
Jerami Kering dari rumput dibakar untuk menyalakan  ranting2 yang semula basah
Anget

"Oalah Tuo2" umpat Anas ke Irfan sepanjang Malam.
" Tik2  Brintik. Rambutmu to lee"Umpat  Anas ke Deny
" Yo Kowe wae ireng makane nek bengi g Ketok" Umpat Anas ke Hardok
membuat malam itu lebih ceria 

namun ketika dia salah berkata neng Gelis, dia langsung termenung   memandang  api unggun.
 bagian dari masa lalunya yang sudah dia lupakan terekam kembali
Rasa sakit dan perih yang sudah Ia coba lupakan.
Bahkan setelah 3 tahun di laluinya di Batam
 ...................................


             Hardok
" Ketoke bakal Adem ki rek. Awane Gak Ketok"  Kata Hardok sambil menatap langit penuh bintang
dengan logatnya yg sudah berubah jadi logat suroboyonan.

Skripsi, sesuatu di dalam batinya membatin.
entah memang dia masih kurang berminat atu termotivasi, namun ini adalah tahun ke 3nya kuliah lanjutan dari D3 ke S1
 Matanya terpejam.
terlintas sejenak gadiis cantik kemarin.

Hus dicobanya lupakan.
terpejam Lagi,
terlintas Anas Sedang Boker ketemu dengan Sigit di Ungaran

Hus Dicobbanya melupakan bayangan itu dan kembali terfokus.

Akhirnya dengan mantap ia membatin sebuah judul skripsi yang diajukanya nanti.

...................................


              Deny
Dingiin, Batin Deny

Bayanganya masih berkelebat. hampir setahun dia di jakarta tanpa menemukan Hati yang baru
dan Kantornya terasa sepi tidak seperti dulu karena teman2nya keluar masuk
meninggalkan kenangan dan kerjaan
( Maklum Konsultan)

Masa depan yang masih kabur dihadapanya harus dihadapi


Lampu rumah2 terlihat terang dari kejauhan di bawah bagaikan kunang-kunang merah berbaris baris.
Aku suka malam seperti ini pikir Deny.
Berbagi cerita dengan lepas tentang Wapalhi, tentang Masa Lalu, Pekerjaan ( yang katanya anas g boleh diomongin di gunung), Cewek
dan "Kegaplekan2 kami".
melupakan kepenatan mengerjakan Balance Sheet,Tax,Kemacetan Jakarta,tugas kuliah
dan cinta.........................

^0^

      Irfan
Anas dan Deny sudah mulai tertidur.
jam Lapangnya menunjukkan angka 12.

Hardok  masih menemaninya bercerita.
dilemparkanya beberapa ranting kering ke Api Unggun

Baju yang bertuliskan jejak petualang yang dikenakanya membawa kembali ingatanya ke Jogja
sosoknya mulai kabur

gadis itu yang pernah singgah dihatinya


Ia melempar Ranting2 kering seakaan ia ingin membuang Masa Lalunya yang kelam itu di Api Unggun
menyambut hari yang baru

.........................................

"Cuk Matrase Kobong" teriak Hardok menunjuk pingiran matras yang dipakai Irfan



Chapter 5  Sunrise

Aduh, keluh Deny saat tertidur di samping kang anas.
malam itu susunan Ikan pindang di doom dari kanan  Irfan, Hardok, Anas  dan Deny

malam sebelumnya sepertinya cukup saat camp di Cigowong, namun kala itu Doom terasa sempit dan "Uwel2an"
setelah debat panjang dan gak penting siapa yang buat 


"Sikilmu tik nekuk2" Ucap Hardok ke Deny
" Ki Kang Anas  ngebak2ki nggon" Ucap Deny ke Anas
" lah ki Pikolo ktoke turu bentuke ga genah" Ucap Hardok ke Irfan
"Halah Gapleki, aku wae gak oleh nggon"  ucap Irfan ke semuanya. sambil tertawa
Kumisnya yang panjang mengingatkan pada Adolf Hitler



Paginya sambil memasak Ikan asin dan packing.
Deny Dengan rambut awut2tanya pagi itu sudah keluar mencari " tempat Nongkrong"

Saat keluar dari doom ia melihat matahari terbit  begitu cantik diantara bunga2 edelweiss



Pagiii!!!


doom and edelweiss




Jam 9 mereka Berempat baru berangkat.
Di sisi lain Puncak, Bagian Lingga Jati
setelah melewati sisi kawah.

mereka berfoto Ria
merayakan Hari Sumpah Pemuda dengan Bendera Minjem pendaki lain.
Hey Kawan Met Hari sumpah Pemuda.




Merah Putih


Setelah Puas, mereka menatap kembali jalan pulang yang diselingi beberapa in Memoriam
pertanda bahwa beberapa pendaki telah menghembuskan nafas terakhir di Gunung ini



Dari  Puncak Jalan menurun terjal dan tajam.
Debu bertebangan mengiringi langkah mereka sehingga harus mengukur jarak
beberapa kerikil kadang jatuh jika diinjak.


" Cah, Aku emoh nek kon lewat jalur iki maneh" Ucap Anas tersengal sengal
melewati jalur bebatuan yang agak vertical.

"Heeh," Kata Irfan sambil menghembuskan rokok

Deny juga sepertinnya terlihat berpeluh keringat. Hanya hardok yang terlihat masih segar

mungkin karena efek Buang air Besar di Alam atau karena Kulitnya sehingga memantulkan panas.

namun dengan tekad dan semangat mereka dapat turun sampai ke Bawah.
Turun Gunung sambil berlari, bahkan Cover carrier hardok pu jadi korban karena
saat Deny membawanya dan tersangkut Pohon salak.

Sampai Di Pos bawah Lingga jati, salah satu tempat bersejarah di Indonesia.
Mereka berjalan pelan sambil tertawa bersama, menantikan gunung lain untuk didaki
Yah sambil melihat ke belakang. gunung Ciremai tampak megah, angkuh dan dingin
Dari Kejauhan





Sekilas Jalur  Lingga Jati
jalur pendakian favorit namun juga paling berat di Ciremai, memiliki 12 pos pendakian dan hanya terdapat Air di Pos Pertama.
Pendakian Dimulai dari ketinggian 750 Meter dan Puncak Ciremai sekitar 3075 M. pendaki biasanya memerlukan waktu naik 8 -1 0 Jam
di beberapa tempat jalur mendaki terjal dan terdapat batu2 cadas namun disayangkan di Jalur Lingga jati di sekitar Posnya banyak sampah bertebaraan.
fauna masih sering terlihatoleh pendaki seperti lutung, babi dll


Jalur Lingga jati

Jumat, 09 November 2012

Pendakian Ciremai


Dokumentasi Tertulis - Pendakian ciremai
Tema : Smiling Tour

Jalur Naik  : PaLUTUNGan, Kuningan
Jalur Turun : Lingga Jati, Kuningan

Tim Pendakian
Staring :
HardoX Pramono A.k.a  Bagong
Deny Widiyantoro  A.k.a Brintik
Anas Chiby A.k.a Ndower
Irfan Setyawan A.k.a Pikolo


Additional character
Ardian S a.k.a Salembu
Sukma A a.k.a  Simbah


Chapter I - Malam Panjang ke Cirebon

5.00 25 Oktober 2012
Jam masih berdetak dengan pelan dan belum juga menunjukkan angka 5.
sementara laporan keuangan dengan manja masih minta dikerjakan, 
rasanya sudah tidak sabar untuk pergi dari kantor apalagi  mendapat sms dari kang hardok yang telah berangkat dari surabaya naik kereta
Dengan Perlengkapan seadanya yang "minjem"  dari satpam aku bergegas menuju Bekasi
dan yang kutahu memang tanggal  25 October ini akan macet hampir di seluruh ruas Jakarta, bahkan di Tol


Nebeng mobil temen sampai jatibening, aku berpindah naik Bis yang penuh sesak,
sepertinya libur panjang ini banyak orang ingin keluar dari jakarta

sampai di Posko Damai Bekasi ( Kos2san simbah dan Lembu) , kira2 jam 8.
( Jarak yg biasanya 1.5 jam jadi 3 Jam. Hedeeeeh)
Di sana sudah menunggu Pikolo yang terlihat semakin kurus, entah karena pekerjaan barunya sebagai estimator di Wika atau karena kebanyakan begadang.
Setelah beberapa debat g penting, Packing seadanya dan mengambil beberapa barang punya lembu 
Kami bersiap untuk naik jalur paLUTUNGan dan bukanya jalur Lingga jati
hedeeh

Persiapan - Ngisi Minyak


Jam Telah menunjukkan pukul 9.45 malam
Akhirnya dari Bulak Kapal, lembu dan simbah mengantarkan kami ke Tol Bekasi Timur.
walaupun sempat nyasar bentar. akhirnya dapat Bis juga
Alhamdulillah
^0^
Menyalami tangan Lembu yang dingin. kami berpamitan
pergi



dari tol bekasi Timur ke Pulogadung sekitar 1 jam 5 menit,
jalanan terpantau lumayan macet dan banyak penumpang  berderet menunggu Bis ke arah Jawa
Akhirnya kami mendapatkan Bis ke Cirebon
( yang sebenarnya Colt  jurusan Cikarang - Karawang)


Jalan macet masih membentang panjang.
dari Cakung yang berdebu tergantikan oleh Tol Cikampek yang panjang
malam itu, meskipun Aku  dan pikolo tertidur diantara bau rokok
dan sesekali terbangun, Tol masih belum tergantikan oleh jalan raya biasa


6.57 Pagi  26 Oktober 2012
Matahari tampak elok, pemandangan tergantikan oleh deretan sawah dan perumahan.
Pagi Itu jalanan macet, mungkin karena orang yang solat Idul adha  di jalan.
banyak rombongan bis turun untuk sekedar merokok dan kencing
setelah macet  tergantikan jalan pelan dan macet lagi yang bahkan aku bisa ikut sholat ied,
meskipun di atas dipan warung yang tutup, karena masjid penuh bahkan meluber sampai jalan.
( sampai sekarang saya kurang percaya, benarkah kita. orang islam sebanyak ini. lalu kenapa masjid sering kosong?)

akhirnya Indramayu tergantikan oleh cirebon


kota empal gentong,
kota penuh gadis berjilbab nan cantik
kota dimana dulu aku dan gagap pernah pergi backpackeran 
dan disinilah kami turun

Part II  - Ranger


+ 10.00
Akhirnya sampai di Terminal Cirebon,
rasa-rasanya Cirebon panas terik, setelah Pikolo membeli rokok kami menuju Mushola Terminal Cirebon untuk bertemu Kang hardok dan Kang Anas



Dari kejauhan terlihat sosok hitam sedang tertidur di emperan mushola,
premankah atau bangkai di pelataran mushola.
Hitam dan Kelam
saat  kami mendekat, ternyata Kang Anas yang sedang rebahan.
Hedeeh

Wajahnya yang luar biasa itu,
masih melekat di ingatakanku saat dulu, pelantikan  tradisi merapi anak anak GJ,
Berwibawa, kocak, konyol , semrawut namun teduh




Kang Anas, Antara Nunggu orang dan nglamunin jorok

Kang hardok yang membawa perlengkapan lengkap terlihat juga,
warna hitam terlihat dominan disisinya




Setelah Saling Umpat, hardik, bercanda.
Kami istirahat sejenak, sekalian nebeng mandi dan tidur
yah, Kebiasaan saya untuk tidur di sembarang tempat

kang Anas dan kang hardok datang lebih cepat dari kami, kira kira jam 3 pagi meskipun dari surabya.
mereka tidak terjebak macet ( Karena naik Kereta!)


Sehabis Jumatan dan Makan siang yang sperti masakan  Rumah ( dan Murah!) di dekat mushola,
kami beranjak menuju Kuningan.
Dari Cirebon ke Kuningan kami naik ElP ( Bahasa sunda g pake f) sampai ke pertigaan cigugur.
jalan menuju ke Kuningan dari cirebon yang semula panas berubah menjadi dingin.
Udara segar telah mengisi paru2 kami, menggantikan sesaknya polusi kota.

satu jam perjalanan,
di pertigaan cigugur kami  berempat mencarter angkot menuju desa palutungan
 (kalau Bisa nawar dulu sebelum nyarter)

Jalanan mulai menanjak dan berkelok, seperti jalanan ke selo
Di Angkot kang Hardok mulai nggodain mbak2, 
( saya jadi belajar bagaimana caranya)


sambil diperjalanan, kami membagi cerita masing2.
Kisah kang hardok dan benyek naik  rinjani.
Anas Chiby di Batam
Pikolo dengan kerjaan barunya
dan aku dengan kerjaanku sebagai seorang konsultan


Tiba dipalutungan, tepat didepan basecamp kami turun.
basecamp palutungan bersih, dan hanya ada seorang penjaga ( entah penjaga atau bukan)
kami bertanya beberapa haal tentang jalur pendakian
setelah mencari perbekalan yang agak sulit ditemukan karena  pada nggak kepasar ( maklum idul adha)

kami bersiap untuk berangkat.
Bayanganku tentang Jalur pendakian yang ditutup karena kebakaran lenyap sudah 
karena Gunung Ciremai didepan kami



Gapleki


dari Palutungan, naik Lurus.  diantara ladang dan  aliran air kami berangkat kira2 jam setengah 3.

Di Ujung Taman Nasional Gunung salak, terlihat burung2 berwarana warni elok terbang tanpa malu2.
guratan-guratan ladang kecoklatan disepanjang sisi jalan.

setelah mengisi air dari aliran air perjalanan kami teruskan.
vegetasinya mirip gunung2 kebanyakan di jawa tengah,
bahkan mirip jalur pendakian gunung ungaran lewat bandungan
kebanyakan Pohonya berukuran sedang, rimbun, heterogen dan dihiasi lumutan dan cendawan

jalur pendakian landai, memanjang  namun sesekali menanjak.
yang menyenangkan adalah kami sama sekali tidak bertemu Pacet

Istirahat, kami makan apel dan ngomong j*rok.


4.30 Sore
langit mulai gelap, kami akhirnya tiba di base camp Cigowong.
disini banyak pendaki telah mendirikan tenda.
Ini adalah basecamp terakhir yang memiliki aliran air
Tempatnya Luas dan landai

Malam ini kami mendirikan tenda di sini,
memilih tempat dipojokan, rasanya nyaman.


Tenda yang di Bawa kang hardok sangat ringan.
hal yang jarang aku temui saat mendaki gunung.


diantara balutan angin sejuk dan malam yang tenang,
dan suara ngorok kang anas
tetes air mulai turun.
terpaksa semua barang dimasukkan dan aku mulai memasak persis di depan tenda yang tertutup flying sheet
dan hal itupun terjadi......


Malam itu aku berencana memasak kangkung,
setelah memanaskan minyak ( yang terlalu panas) aku memutuskan langsung menambahkan air dan bukanya kangkung
lalu
( Minyak Panas + Air dingin dari gunung + Bawang = Api)

akupun takjub tanpa berkata dan berbuat.
Api menyembur dari minyak yang panas dan menutupi pintu masuk tenda
bagaikan masakan china

namun ditempat yang Salah!

untung Kang hardok berinisiatif mengecilkan Kompor dan malam itu hujan sehingga flysheet dan tendanya  tidak terbakar

malam itu kami lalui dengan tawa, kata2 k suroboyonan kang hardok dan hujatan kang anas pada pikolo.

Kangkung yang setengah matang setengah parah itupun aku dan pikolo habiskan karena
"Ngakunya" kang anas dan kang hardok sudah kenyang.

suara lutung, katak dan serangga bersahutan dari luar.
sengguh tenang pikirku, dan aku mulai tertidur berdesaak2an berempat
sambil sesekali terdengar suara kang anas ngorok



Part III Edelweish

pagi menjelang, dan seperti kebiasaan Cowok2 tanpa pacar
Bangun Siang!
Habis subuhan ataupun tidak, kami bangun
( kalau tidur lagi, Kebo)


bungkusan makanan kami di  depan doom raib entah kemana
saat dicari  ternyata dicuri monyet!
tampak mie berserakan di depan Doom

untung saja hanya 2 bungkus mie yang menjadi korban
pantas saja jalurnya dinamai
PaLUTUNGan


dari kejauhan pun masih terdengar suara primata bersahutan


Rencana berangkat jam 8 molor menjadi hampir jam 9.
rencana kami akan tiba di guo walet dan ngecamp disana jam 5an
Informasi yang kami dapat pendakian memakan waktu sekitar 10-12 jam.


Setelah berdoa, packing dan kurvei kami siap berangkat.

Esuk2

di jalur pendakian yang patut disayangkan adalah sampah dari para pendaki yang banyak!
( padahal ini taman Nasional.saya sebagai pendaki gunung Malu  >_


btw, kembali ke topik.
Jalur palutungan yang kami lewati adalah jalur yang Landai dan Jauh
kira2 terdapat 8 - 9 Pos Pendakian
dimana setiap pos biasanya adalah tempat yang lumayan luas dan landai dan banyak...
Sampah


Namun patut diakui Gunung Ciremai dan vegetasi dan faunanya begitu cantik

Mahluk hidup tertangkap kamera

kadang kami sempat melihat burung, MONYET! dan  Rusa
semakin naik dan naik
udara semakin dingin dan sesekali hujan gerimis

Agak siang kami putuskan untuk Istirahat dan makan
APEL!



Apel Malang sampai di Ciremai

beberapa kali kami ketemu pendaki lain yang sedang istirahat dan entah berapa pendaki telah kami lewati.
mungkin karena semangat atau karena pada badak semua.
kami telah sampai di pos pesangrahan sekitar jam 3!

naik sedikit kami istirahat sholat, membuat Mie dan Kopi
:D


dari pesangrahan ke Guo Walet
Edelweish sudah nampak terlihat.
Rasa capek sudah mulai terasa karena pendakian mulai terjal


di sini kita bisa melihat waduk darma
yang dari kejauhan nampak seperti rawa pening
di pertigaan pertemuan jalur maja terlihat sebuah tanda untuk mengenang pendaki yang telah meninggal



Hehew
edelweish mulai terlihat,
cantik dan harum
edelweish untuk dikenang karena perjuanganya yg sulit untuk melihatnya.
bukan untuk dipetik



di basecamp terakhir,
Guo Walet
disini jam 4 kami sudah sampai.
peluh keringat sudah membasahi kami,
disini kami agak kacewa karena yg kami pikir ada guanya ternyata tidak ada.
makanya kami langsung ke puncak

Puncak
Kami



jalan menuju Puncak menanjak dan banyak batu cadas, sepertnya bekas letusan vulkanik
semakin menanjak dan menanjak,
akhirnya kami Sampai dipuncak!


membuka botol big cola untuk merayakanya  dan mengagumi indah kawah gunung ciremai
aku terpana
Pikolo, Kang Hardok, Kang Anas.
diantara udara yang mulai dingin dan  beberapa banyak   In memoriam disana
kami bergandengan tangan dan menyanyikan lagu syukur.


lagu yang dinyanyikan saudara2ku diwapalhi



Cheers kawan 

Deny Widiyantoro





catatan tambahan
( nb Bis Tanah Abang - Bekasi Timur Ek 4500, Ac 6 rb)
(     Bis Bksi timur - Pulogadung 4 rb)
(      Bis Pulo Gadung - Cirebon 60 rb)
(      Cirebon - Kuningan  10  rb)
( per3an Cigugur - palutungan  45 rb/ angkot,   Nyarter+ Nawar! )

Bersambung....................................