Senin, 23 Juli 2012
Inginku Peduli?
Ketika Bekerja dan melihat orang orang diatas kita, mereka yang punya mobil mobil mewah, rumah megah, tabungan melimpah dan lain lain mungkin akan terasa iri.
Ketika berdiri menggantri di Busway yang panas di jakarta ataupun berjalan kaki beralaskan tanah di desa mungkin begitu inginya menjadi kaya.
Membayangkan betapa nyamanya setiap hari makan enak. Dengan mungkin ayam setiap hari. Haaah. enaknya.
Namun Bagi kita ini, yang masih diberi kesehatan oleh Allah SWT harusnya dapat bersyukur atas apa yang kita miliki.
saat naik angkot jurusan jurusan di jakarta, sering ku lihat para pengamen.
entah tua muda, laki, perempuan.
kadang dengan suara yang aduhai melebihi suara ariel peterpan atau kadang cemmpreng namun dengan semangat menyanyi yang tinggi menyanyi dengan pakaian mereka yang kumal.
disini pun banyak orang miskin.
miris melihat jakarta di tepi tepi dan di balik kemegahan-kemegahanya.
hati ini rasanya sedih dan terusik
Jika Berjalan di Monas, suuatu monumen dengan emas itu. kadang terlihat orang orang kelelahan yang tertidur di rerumputan dan anak anak mandi di kolam yang kotor.
Bukan Waktuku untuk bertanya kenapa Allah SWT melakukan ini semua.
Tapi Waktuku untuk bertanya pada diri sendiri apa yang bisa aku lakukan.
Negeri Ini Penuh dengan orang kaya, begitu pula orang miskin.
Dan Keadilan Hakiki hanya milik Allah SWT
Mungkin Mati terasa Indah
Namun Aku belum berani menghadapinya.
dan aku maasih malu untuk menghadapNya.
Yah Semoga kita masih memilki kepedulian dan rasa syukur.
Amiin
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar