Dear Indonesiaku
selamat hari kesaktian pancasila
Saat diriku masih kecil, di buku-buku pelajaran sejarah yang aku baca betapa mengagumkanya kisah setelah tanggal 30 S ini.
Kisah Kepahlawanan seorang Mayjen Soeharto dan Sarwo Edhi Wibowo yang menyelamatkan Indonesia dari para PKI yang jahat yang ingin merebut kemerdekaan dari bumi pertiwi
kisah heroik dimana para jenderal yang menjadi pahlawan diketemukan di lubang buaya
dan penumpasan penumpasan PKI di Indonesia dilakukan
Grobogan, Bali , Kediri dll
para pahlawan terjun
menolong penduduk dari kekejaman komunis
setiap 17 Agustus di rumahku selalu disiarkan kisah heroik penumpasan G 30 S
tentang DN Aidit dengan rokoknya dan wajah jahatnya
( yang akhirnya dari buku tentang Aidit bahwa ia tidak merokok dan juga manusia yang memiliki anak dan istri)
Film jadul yang begitu lama
Namun Hal itu agaknya membuat hatiku bimbang setelah membaca beberapa buku yang sedikit membuka mataku yang kecil ini
entah konspirasi-konspirasi yang masuk di otaku
siapa yang salah?
siapa yang menjadi dalang?
soeharto? soekarno ? militer ? PKI ? CIA ?
Akh!!!!!!!!!!!!!!
tambah stress aku pikirkan peristiwa yang dipandang dari berbagai segi ini
tanpa mengecilkan nama dari para pahlawan yang meninggal karena gerakan 30 S
tanpa mau menghianati arti dari pancasila itu sendiri
yang aku dapat tarik adalah
inilah tragedi bangsa Indonesia yang menggakibatkan ratusan ribu orang dibantai
(angka pasti dari pembantaian orang yang dipandang PKI tidak diketahui dan mungkin bisa saja jutaan karena informasi yang simpang siur)
Masalah peradilan yang sampai saat ini belum terselesaikan
akankah mereka yang merintih karena tragedi ini dapat tersenyum?
sedangkan mereka yang tidak tahu apapun
mereka orang indonesia yang ikut karena berharap hidup lebih baik
gerwani, barisan tani dll mungkinkah ?
rasialisme telah timbul karena tragedi
kebencian akan orang cina
negara yang menjalankan komunisme
haruskah?
kebencian yang dapat mengakibatkan banyak orang menderita
bagaimana mungkin pembunuhan ini terorganisir ?
dan entah siapapun yang salah, yang pasti seseorang berhak hidup
dan berharap di jaman yang dikatakan adanya HAM ini tidak terjadi lagi
tragedi macam ini
Tragedi yang bukan untuk dicela
bukan untuk hasut menghasut
bukan untuk menyalahkan
Indonesiaku, kasihan kamu
tersakiti berkali-kali
lagi dan lagi
n_n
Tidak ada komentar:
Posting Komentar