Rabu, 22 Mei 2013

Puisi - Rasa Rasa Sakit






Terhenyak dan kembali ku ke kenyataan.
kekenyataan pahit yang harus aku terima
dengan senyum palsu yang harus ku tahan agar terlihat kuat
dengan ucapan selamat yang aku katakan
namun tidak dengan yang ada di hatiku
.
.
terhenyak atas senyuman dan cerita bahagiamu.
saat kau katakan bahwa kau tetap cinta dia.
dan kan kembali untuknya dengan pemberian maaf yang indah darimu.
.
.
kau yang tersakiti
kau yang yang dikhianati.
menderita dan didera.
tapi tetap memaafkan akan pintanya
lagi
lagi dan lagi
.
.
mungkinkah ku hanya seorang pengecut yang hanya berdiri di sisimu tuk memperhatikanmu ?
mendengarkan keluh kesahmu
mendengarkan isak tangismu
dan berharap mendengarkan tawamu.
dan di akhir pembicaraan kita tentangnya.
tentang cincin yang ia lingkarkan ke jari manismu.
.
.
ku hanya  dapat berujar pelan
di depan matamu yang pancarkan bahagia
“Selamat menempuh Hidup Baru kawan “

Tidak ada komentar:

Posting Komentar