Selasa, 30 Juli 2013

Kereta, Perjalanan dan Ingatan

Malam itu Dingin

Amat Dingin  malah, 

Ditengah malam  aku agak merasa kelelahan setelah perjalanan panjang dari lebak bulus ke harmoni setelah pulang kuliah. Berdiri dari lebak bulus sampai harmoni membuat pungungku agak nyeri.

 

Dan Aku berakhir disini. Di Bulan Suci yang penuh hikmah ini aku duduk terdiam. Ya, Tepatnya di belakang istana negara  yang "Agak" Bagus itu. menyantap Nasi Goreng sebagai menu buka puasa yang rasanya sudah sangat terlalu telat.

 

Aku termenung, Di Depan Istana ini ada tukang bersih2 menenteng gerobak malam2 dengan wajah penuh senyuman. Kontras dengan Istana Negara yang terlihat megah namun terlalu suram didepanku.

 

Dan entah apa yang membuat aku melangkahkan kakiku sampai pasar senen.

Ya Benar, Aku berjalan seperti tak tahu arah.

Langkah kakiku menyisiri Istiqlal, Pasar Baru dan akhirnya sampai di Stasiun Pasar Senen tepat tengah malam.

berjalan menyeret tas yang penuh buku.

Kenapa aku kesini ? batinku.

bukankah aku sudah mencoba peruntungan kesini berkali-kali untuk mencari tiket untuk dapat pulang ke Semarang namun dengan hasil yang nihil?

bukankah  Harapanku utuk berlebaran di samping ibuku rasa-rasanya sangat sulit?

mengingat saat itu uangku sedang pas-pasan untuk bayar kuliah dan aku merasa malu untuk pulang.

Ada sesuatu kekuatan yang mengantarku kesini batinku.

Walaupun Solatku rasanya sangat payah.

Dan Apalah Arti Ibadahku yang sedikit ini.

 

Namun Rasa-rasanya  ada yang aneh didiriku malam ini.

 

 

 

Tak menyangka,

Malam Ini ternyata ada tket kereta tambahan yang dijual.

Dan Kereta tambahan yang di buka malam itu salah satunya adalah ekonomi yang pada masa itu harganya hanya mencapai 35 ribuan.

 Malam itu juga aku bergegas untuk membeli tiket.

Walaupun malam itu pasar senen terasa lumayan sepi dan datar namun niatku untuk pulang dapat tersampaikan juga.


Walaupun di tengah cerita saat pulang tasku sobek seperti ada yang membelahnya untuk mencuri dompetku.



Walaupun diakhir cerita aku tak bisa solat ied,

karena kereta yang terlambat tiba.


Walaupun di kereta aku tertidur di lantai beralaskan koran ( yang memang biasa aku lakukan)

namun Aku Akhinya Kembali ke Rumah.

Ke Pangkuan  Ibuku dan Gunung Ungaran yang teduh


 

 

Mungkin  Ini hanya cerita kecil seorang Co yang dapat tiket kereta untuk pulang kampung,

Yah Tapi ini ceritaku.

dan ini sangat berarti untukku.





_____________________________________________________________________________


Entah, Tapi Aku memang  menulis cerita ini tentang lebaranku untuk ikut lomba di www.Burufly.com/, Entah Menang atau kalah.

Tapi Thanks buat yang mau baca tulisanku ini.




Deny Widiyantoro  31 Juli 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar