Dan Semuanya Kadang Tak berarti,
layaknya kanvas yang kembali kosong.
Layaknya tembok tembok yang rapuh
dan apakah layak diperjuangkan?
Entah
Aku Bukanya Meratapi
Akku Bukanya Menyesali,
Namun Aku Hanya Kecewa
Mungkinkah tawa tawamu yang dulu itu palsu?
Mungkinkah tangismu yang aku hapus itu tak berarti ?
Atau Hanya pilu?
Aku yakin Tidak
Aku Ingin Genggam Tanganmu,
namun kali ini kau berkata tidak
Aku Ingin Belai Rambutmu yang pendek itu,
namun kau berkata jangan
Namun kau tak ingin akhiri,
begitu juga aku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar