Jumat, 09 November 2012

Pendakian Ciremai


Dokumentasi Tertulis - Pendakian ciremai
Tema : Smiling Tour

Jalur Naik  : PaLUTUNGan, Kuningan
Jalur Turun : Lingga Jati, Kuningan

Tim Pendakian
Staring :
HardoX Pramono A.k.a  Bagong
Deny Widiyantoro  A.k.a Brintik
Anas Chiby A.k.a Ndower
Irfan Setyawan A.k.a Pikolo


Additional character
Ardian S a.k.a Salembu
Sukma A a.k.a  Simbah


Chapter I - Malam Panjang ke Cirebon

5.00 25 Oktober 2012
Jam masih berdetak dengan pelan dan belum juga menunjukkan angka 5.
sementara laporan keuangan dengan manja masih minta dikerjakan, 
rasanya sudah tidak sabar untuk pergi dari kantor apalagi  mendapat sms dari kang hardok yang telah berangkat dari surabaya naik kereta
Dengan Perlengkapan seadanya yang "minjem"  dari satpam aku bergegas menuju Bekasi
dan yang kutahu memang tanggal  25 October ini akan macet hampir di seluruh ruas Jakarta, bahkan di Tol


Nebeng mobil temen sampai jatibening, aku berpindah naik Bis yang penuh sesak,
sepertinya libur panjang ini banyak orang ingin keluar dari jakarta

sampai di Posko Damai Bekasi ( Kos2san simbah dan Lembu) , kira2 jam 8.
( Jarak yg biasanya 1.5 jam jadi 3 Jam. Hedeeeeh)
Di sana sudah menunggu Pikolo yang terlihat semakin kurus, entah karena pekerjaan barunya sebagai estimator di Wika atau karena kebanyakan begadang.
Setelah beberapa debat g penting, Packing seadanya dan mengambil beberapa barang punya lembu 
Kami bersiap untuk naik jalur paLUTUNGan dan bukanya jalur Lingga jati
hedeeh

Persiapan - Ngisi Minyak


Jam Telah menunjukkan pukul 9.45 malam
Akhirnya dari Bulak Kapal, lembu dan simbah mengantarkan kami ke Tol Bekasi Timur.
walaupun sempat nyasar bentar. akhirnya dapat Bis juga
Alhamdulillah
^0^
Menyalami tangan Lembu yang dingin. kami berpamitan
pergi



dari tol bekasi Timur ke Pulogadung sekitar 1 jam 5 menit,
jalanan terpantau lumayan macet dan banyak penumpang  berderet menunggu Bis ke arah Jawa
Akhirnya kami mendapatkan Bis ke Cirebon
( yang sebenarnya Colt  jurusan Cikarang - Karawang)


Jalan macet masih membentang panjang.
dari Cakung yang berdebu tergantikan oleh Tol Cikampek yang panjang
malam itu, meskipun Aku  dan pikolo tertidur diantara bau rokok
dan sesekali terbangun, Tol masih belum tergantikan oleh jalan raya biasa


6.57 Pagi  26 Oktober 2012
Matahari tampak elok, pemandangan tergantikan oleh deretan sawah dan perumahan.
Pagi Itu jalanan macet, mungkin karena orang yang solat Idul adha  di jalan.
banyak rombongan bis turun untuk sekedar merokok dan kencing
setelah macet  tergantikan jalan pelan dan macet lagi yang bahkan aku bisa ikut sholat ied,
meskipun di atas dipan warung yang tutup, karena masjid penuh bahkan meluber sampai jalan.
( sampai sekarang saya kurang percaya, benarkah kita. orang islam sebanyak ini. lalu kenapa masjid sering kosong?)

akhirnya Indramayu tergantikan oleh cirebon


kota empal gentong,
kota penuh gadis berjilbab nan cantik
kota dimana dulu aku dan gagap pernah pergi backpackeran 
dan disinilah kami turun

Part II  - Ranger


+ 10.00
Akhirnya sampai di Terminal Cirebon,
rasa-rasanya Cirebon panas terik, setelah Pikolo membeli rokok kami menuju Mushola Terminal Cirebon untuk bertemu Kang hardok dan Kang Anas



Dari kejauhan terlihat sosok hitam sedang tertidur di emperan mushola,
premankah atau bangkai di pelataran mushola.
Hitam dan Kelam
saat  kami mendekat, ternyata Kang Anas yang sedang rebahan.
Hedeeh

Wajahnya yang luar biasa itu,
masih melekat di ingatakanku saat dulu, pelantikan  tradisi merapi anak anak GJ,
Berwibawa, kocak, konyol , semrawut namun teduh




Kang Anas, Antara Nunggu orang dan nglamunin jorok

Kang hardok yang membawa perlengkapan lengkap terlihat juga,
warna hitam terlihat dominan disisinya




Setelah Saling Umpat, hardik, bercanda.
Kami istirahat sejenak, sekalian nebeng mandi dan tidur
yah, Kebiasaan saya untuk tidur di sembarang tempat

kang Anas dan kang hardok datang lebih cepat dari kami, kira kira jam 3 pagi meskipun dari surabya.
mereka tidak terjebak macet ( Karena naik Kereta!)


Sehabis Jumatan dan Makan siang yang sperti masakan  Rumah ( dan Murah!) di dekat mushola,
kami beranjak menuju Kuningan.
Dari Cirebon ke Kuningan kami naik ElP ( Bahasa sunda g pake f) sampai ke pertigaan cigugur.
jalan menuju ke Kuningan dari cirebon yang semula panas berubah menjadi dingin.
Udara segar telah mengisi paru2 kami, menggantikan sesaknya polusi kota.

satu jam perjalanan,
di pertigaan cigugur kami  berempat mencarter angkot menuju desa palutungan
 (kalau Bisa nawar dulu sebelum nyarter)

Jalanan mulai menanjak dan berkelok, seperti jalanan ke selo
Di Angkot kang Hardok mulai nggodain mbak2, 
( saya jadi belajar bagaimana caranya)


sambil diperjalanan, kami membagi cerita masing2.
Kisah kang hardok dan benyek naik  rinjani.
Anas Chiby di Batam
Pikolo dengan kerjaan barunya
dan aku dengan kerjaanku sebagai seorang konsultan


Tiba dipalutungan, tepat didepan basecamp kami turun.
basecamp palutungan bersih, dan hanya ada seorang penjaga ( entah penjaga atau bukan)
kami bertanya beberapa haal tentang jalur pendakian
setelah mencari perbekalan yang agak sulit ditemukan karena  pada nggak kepasar ( maklum idul adha)

kami bersiap untuk berangkat.
Bayanganku tentang Jalur pendakian yang ditutup karena kebakaran lenyap sudah 
karena Gunung Ciremai didepan kami



Gapleki


dari Palutungan, naik Lurus.  diantara ladang dan  aliran air kami berangkat kira2 jam setengah 3.

Di Ujung Taman Nasional Gunung salak, terlihat burung2 berwarana warni elok terbang tanpa malu2.
guratan-guratan ladang kecoklatan disepanjang sisi jalan.

setelah mengisi air dari aliran air perjalanan kami teruskan.
vegetasinya mirip gunung2 kebanyakan di jawa tengah,
bahkan mirip jalur pendakian gunung ungaran lewat bandungan
kebanyakan Pohonya berukuran sedang, rimbun, heterogen dan dihiasi lumutan dan cendawan

jalur pendakian landai, memanjang  namun sesekali menanjak.
yang menyenangkan adalah kami sama sekali tidak bertemu Pacet

Istirahat, kami makan apel dan ngomong j*rok.


4.30 Sore
langit mulai gelap, kami akhirnya tiba di base camp Cigowong.
disini banyak pendaki telah mendirikan tenda.
Ini adalah basecamp terakhir yang memiliki aliran air
Tempatnya Luas dan landai

Malam ini kami mendirikan tenda di sini,
memilih tempat dipojokan, rasanya nyaman.


Tenda yang di Bawa kang hardok sangat ringan.
hal yang jarang aku temui saat mendaki gunung.


diantara balutan angin sejuk dan malam yang tenang,
dan suara ngorok kang anas
tetes air mulai turun.
terpaksa semua barang dimasukkan dan aku mulai memasak persis di depan tenda yang tertutup flying sheet
dan hal itupun terjadi......


Malam itu aku berencana memasak kangkung,
setelah memanaskan minyak ( yang terlalu panas) aku memutuskan langsung menambahkan air dan bukanya kangkung
lalu
( Minyak Panas + Air dingin dari gunung + Bawang = Api)

akupun takjub tanpa berkata dan berbuat.
Api menyembur dari minyak yang panas dan menutupi pintu masuk tenda
bagaikan masakan china

namun ditempat yang Salah!

untung Kang hardok berinisiatif mengecilkan Kompor dan malam itu hujan sehingga flysheet dan tendanya  tidak terbakar

malam itu kami lalui dengan tawa, kata2 k suroboyonan kang hardok dan hujatan kang anas pada pikolo.

Kangkung yang setengah matang setengah parah itupun aku dan pikolo habiskan karena
"Ngakunya" kang anas dan kang hardok sudah kenyang.

suara lutung, katak dan serangga bersahutan dari luar.
sengguh tenang pikirku, dan aku mulai tertidur berdesaak2an berempat
sambil sesekali terdengar suara kang anas ngorok



Part III Edelweish

pagi menjelang, dan seperti kebiasaan Cowok2 tanpa pacar
Bangun Siang!
Habis subuhan ataupun tidak, kami bangun
( kalau tidur lagi, Kebo)


bungkusan makanan kami di  depan doom raib entah kemana
saat dicari  ternyata dicuri monyet!
tampak mie berserakan di depan Doom

untung saja hanya 2 bungkus mie yang menjadi korban
pantas saja jalurnya dinamai
PaLUTUNGan


dari kejauhan pun masih terdengar suara primata bersahutan


Rencana berangkat jam 8 molor menjadi hampir jam 9.
rencana kami akan tiba di guo walet dan ngecamp disana jam 5an
Informasi yang kami dapat pendakian memakan waktu sekitar 10-12 jam.


Setelah berdoa, packing dan kurvei kami siap berangkat.

Esuk2

di jalur pendakian yang patut disayangkan adalah sampah dari para pendaki yang banyak!
( padahal ini taman Nasional.saya sebagai pendaki gunung Malu  >_


btw, kembali ke topik.
Jalur palutungan yang kami lewati adalah jalur yang Landai dan Jauh
kira2 terdapat 8 - 9 Pos Pendakian
dimana setiap pos biasanya adalah tempat yang lumayan luas dan landai dan banyak...
Sampah


Namun patut diakui Gunung Ciremai dan vegetasi dan faunanya begitu cantik

Mahluk hidup tertangkap kamera

kadang kami sempat melihat burung, MONYET! dan  Rusa
semakin naik dan naik
udara semakin dingin dan sesekali hujan gerimis

Agak siang kami putuskan untuk Istirahat dan makan
APEL!



Apel Malang sampai di Ciremai

beberapa kali kami ketemu pendaki lain yang sedang istirahat dan entah berapa pendaki telah kami lewati.
mungkin karena semangat atau karena pada badak semua.
kami telah sampai di pos pesangrahan sekitar jam 3!

naik sedikit kami istirahat sholat, membuat Mie dan Kopi
:D


dari pesangrahan ke Guo Walet
Edelweish sudah nampak terlihat.
Rasa capek sudah mulai terasa karena pendakian mulai terjal


di sini kita bisa melihat waduk darma
yang dari kejauhan nampak seperti rawa pening
di pertigaan pertemuan jalur maja terlihat sebuah tanda untuk mengenang pendaki yang telah meninggal



Hehew
edelweish mulai terlihat,
cantik dan harum
edelweish untuk dikenang karena perjuanganya yg sulit untuk melihatnya.
bukan untuk dipetik



di basecamp terakhir,
Guo Walet
disini jam 4 kami sudah sampai.
peluh keringat sudah membasahi kami,
disini kami agak kacewa karena yg kami pikir ada guanya ternyata tidak ada.
makanya kami langsung ke puncak

Puncak
Kami



jalan menuju Puncak menanjak dan banyak batu cadas, sepertnya bekas letusan vulkanik
semakin menanjak dan menanjak,
akhirnya kami Sampai dipuncak!


membuka botol big cola untuk merayakanya  dan mengagumi indah kawah gunung ciremai
aku terpana
Pikolo, Kang Hardok, Kang Anas.
diantara udara yang mulai dingin dan  beberapa banyak   In memoriam disana
kami bergandengan tangan dan menyanyikan lagu syukur.


lagu yang dinyanyikan saudara2ku diwapalhi



Cheers kawan 

Deny Widiyantoro





catatan tambahan
( nb Bis Tanah Abang - Bekasi Timur Ek 4500, Ac 6 rb)
(     Bis Bksi timur - Pulogadung 4 rb)
(      Bis Pulo Gadung - Cirebon 60 rb)
(      Cirebon - Kuningan  10  rb)
( per3an Cigugur - palutungan  45 rb/ angkot,   Nyarter+ Nawar! )

Bersambung....................................

2 komentar: