Lama Aku tak menulis cerita pendakian,
Terakhir ku tuliskan pendakian setahun lalu saat mendaki ciremai.
Pendakian pendakian gunung sebelumnya,
Gede, Ungaran, papandayan dan krakatau pun tak aku tulis.
Meski di Pendakian Terakhir aku bertemu seorang gadis cantik, mungkin terlalu memalukan kalau ditulis karena terlalu banyak cerita mabuk laut.
Namun pendakian kali ini terasa berbeda,
Pendakian Kali ini adalah pendakian Pertama BP 13.
Pendakian setelah sekian lama tak bertemu
Tertanggal 30 Januari 2014,
Aku bersiap untuk melakukan pendakian dengan perlengkapan seadanya yang kebanyakan ( Minjam)
(^0^)
Jam Menunjukkan pukul setengah enam sore, tiba tiba ada whats up dari gagap ( Aziz ) untuk rombongan jakarta berangkat bareng dari Cibitung,
Hadeh
- Rencana Semula Ketemuan di terminal Wonosobo -
Pendaki dari jakarta rencananya berjumlah 12 Orang. Namun sapi, Fahmi dan 6 orang teman gagap tak jadi ikut.
Jadi tinggal aku bayu dan gagap yanng berangkat.
Setelah buru buru packing aku melaju ke Cibitung sekiar pukul setengah tujuh malam. memburu waktu, apalagi saat itu akan libur panjang aku mencoba jalan tembusan lewat casablanca. dan ternyata... banjir.
Kampreeeeet!
Jalan Jakarta - Kalimalang - Bekasi pun lumayan macet. Akhirnya tiba juga di Portal Sinar Jaya sekitar jam 9 malam setelah kena beberapa kali lubang dan hampir tertabrak truk.
Disana Telah Menunggu Gagap dan Bayu dengan carrier masing2.
Gagap dengan Syal Liverpool Kesayanganya dan Bayu dengan Kaos juve baru dan senyum khasnya.
Padatnya penumpang yang memburu Bis Sinar Jaya ke Jawa tengah membuatku miris,
ada juga yang kecopetan karena berdesak desakan untuk mendapatkan Bis. Banyak oran berjuang untuk dapat.
" hey Gap, Ini Orang semua ya ? " tanyaku pada gagap heran.
menikmati liburan di kampung halaman masing2. dan akhirnya pukul 11 malam kami mendapatkan Bus ke..... Pemalang.
Tak Apalah yang penting dapat Bis Dahulu.
Perjalanan dari Jakarta ke Pemalang yang kami perkirakan hanya sampai jam 7 molor sampai jam 10 Pagi akibat macet, Kami Juga sempat istirahat di Indramayu dan makan bakso. Pemandangan jalur pantura terlihat elok dengan sawah disisi sisinya, yang terendam banjir membuatnya lebih mirip dengan Tambak.
dari Pemalang Kami Lanjutkan Perjalanan ke Purbalingga dengan Bis lalu ke Terminal Wonosobo. Jalan yang kami lalui lumayan bagus dengan pematang sawah dan deretan pegunungan dari kejauhan.
Jam Setengah 4 Sore Kami Tiba di Terminal Wonosobo. Udara Sejuk mengisi paru2 kami dan dinginya air disini mengingatkanku akan rumah di ungaran
Setelah Beristirahat, solat dan mandi kami kemudian naik angkot ke pasar kretek sekitar setengah jam.
Disana aku bertemu dengan sahabat lama, Sidik, Ari dan Mas Nur.
Serta Dua orang Anggota BP13 yang baru , Agus dan Aris. Sidik masih seperti dahulu , matanya tetap sayu, dan mas nur juga masih kurus. Hanya Ari yang kelihatan Agak Berbeda.
Terlihat ceking dengan celana pendek warna hitam yang entah di dobel berapa.
Kami Lalu naik Bis ke Kledung.
Di sinilah Base camp tempat kami akan mendaki.
Pukul set 6 sore kami disini. Base Camp Kledung ada di sebelah Kantor Desa Kledung dan Dibawah Pohon Beringin dan Ada Sebuah Masjid yang cukup besar di dekatnya.
Di Belakang terlihat Pemandangan gunung Sumbing, dengan petak petak pertanian disekitarnya.
Setelah sedikit perdebatan akhirnya kita baru akan naik sekitar jam 3 pagi mengingat cuaca masih buruk dan di luar Hujan.
Setelah mendaftaran di Pos dan membayar ke Pos pendakian Rp 4.000 per orang kami beristirahat di RSG
Malam itu Kami habiskan dengan maen kartu remi dan bercengkrama. Udara mulai dingin dan menusuk.
Hujan pun mulai turun deras
jam baru menunjukkan angka 8 malam tapi berhubung udara dingin dan capek perjalanan secara tidak sadar mulai aku tarik Sleeping Bagku dan mulai tertidur. Sementara anak anak lain masih Sibuk masak Indomie.
Terbangun aku melihat semua orang masih berselimutkan Sleeping bag masing masing. Jam menunjukkan pukul setengah tiga pagi. Kami mulai bersiap untuk memulai pendakian.
setelah bersiap siap jam setengah 4 kami berjalan. dengan menyalakan senter masing masing kami bergerak menuju ladang penduduk. Malam itu Alhamdulillah terang bintang. Jadi tidak usah khawatir akan adanya hujan.
Pemandangan gunung sumbing di belakang kami tampak elok dan teduh sementara di depan kami menjulang tinggi gunung Sindoro. Menunggu untuk kami daki. Satu jam berlalu dan kami telah sampai di Pos 1. Pos 1 adalah gubuk yang sisinya menghadap ladang dan di belakangnya adalah hutan.
Disini kami istirahat solat terlebih dahulu.

Ketinggian : 1600 MDPL
Pukul 5 lebih, matahari sedikit terlihat di cakrawala di belakang gunung sumbing. kami melanjutkan hendak berangkat menuju Pos 2. perjalanan ke pos 2 mulai diselingi pepohonan yang teduh dan jalan yang berkelak kelok. disisi sisi jalan yang kami lalui ada pepohonan mirip dengan jalur pendakian jika kita mendaki ke gunung merbabu. pohonnya tidak begitu tinggi dan ramping, disela selanya banyak semak belukar.
Setalah satu setangah kami berjalan, tibalah rombongan di Pos 2, disini kami bertemu dengan anak kecil dari wonosobo ( Anak SD) yang juga mendaki. Hebat juga mereka. padahal disini kami sudah cukup melelahkan, berhubung no picture hoax,
Aku kasih fotonya :

Ketinggain 2150MDPL
Pos 2 juga berupa gubuk dan disini cukup rindang, perjalanan dari Pos 2 ke pos 3 menanjak, dari pepohonan yang rindang beralih menjadi pemdangan yang berupa padang rumput yang diselingi dengan pepohonan yang mulai sedikit. Jam 9 kami telah sampai di pos 3. disini rombongan sudah cukup capek, Gagap mengalami keram kaki.
" We believe and we can do it my freinds"
Pos 3 GA ADA POSNYA
disini cuma lahan landai dan dari sini banyak pendaki yang telah mendirikan tenda. Di kejauhan tampak bukit bukit memanjang dan dibelakang gunung sumbing agak tertutup awan. ketinggian 2650 MDPL. Disini cukup nyaman. namun sesuai keputusan untuk turun di jalur tambi kami memanggul carrier kembali. ( pendaki lain biasanya meninggalkan barang di Pos ini dan naik hanya membawa backpack)
dari cerita ke cerita, memang mendaki gunung ga ada kata menaklukan, yang ada adalah belajar.
Let's learn and survive.
perjalanan dari pos 3 ke pos 4 ( Watu Tatah) Cukup Berat. Sekitar 5 Jam perjalanan.
Selain jalan cadas dan pepohonan yang sedikit. terik matahari juga membakar kulit kami. Carier yang berat juga menyulitkan perjalanan. Apalagi hanya ada 3 orang dari kami yang telah berpengalaman naik gunung diatas ketinggian 3000 meter. Kami menulusuri jalan setapak demi setapak.

Tim Sudah cukup capek apalagi dari pagi belum sarapan, bahkan Indomiepun tidak. Berjalanan mulai melambat dan udara menipis.
Angin dingin mulai menerpa rombongan. Sidhik sudah mulai khawatir dengan kondisi tim. Apalagi tak Hanya Gagap, Mas Nur pun juga mengalami kram kaki. Ari Sudah terlihat lelah, begitu juga agus.
Aris dan sidhik walaupun terlihat berjalan paling depan namun sudah mulai terseok, begitu juga aku.
Awan di bawah kaki kami dan pemandangan di sekitar kami sudah berubah menjadi pohon pohon edelweis ( walaupun bunganya belum bermekaran ) menandakan bahwa puncak sudah dekat.
Puncak berbentuk melingkar dengan kawah ditengahnya yang berisi pepohonan yang telah mati, hal yang aku agak tak suka adalah coretan coretan dari pendaki lain di bebatuan.
namun selebihnya aku senang di tempat ini. 3165 M diatas permukaan air laut. Gunung ke 4 tertinggi di Jawa tengah dan juga gunung 4 di jawa tengah yang aku daki. Sidik bahkan telah mendaki gunung di belakang kami.
Sumbing saat PP.
Ya dan Akhirnya Jam 3, Kami Sampai di puncak dengan keadaan kepayahan.
hampir 12 jam perjalanan telah tertebus.
Walau Kondisi di puncak angin berhembus begitu kencang dan kawah tertutup kabut. Namun Pendakian BP13 kali ini berjalan lancar.
Terima kasih pada kalian yang bersamaku mendaki puncak sindoro.
Kalian adalah orang orang hebat, 12 jam mendaki tanpa sarapan ( Dan itu adalah salahku juga ) dengan menggendong carrier ke puncak.
Kami berdelapan dan akan turun berdelapan tatapku pada puncak sindoro yang mulai mengamuk.

Jam telah menunjukkan pukul setangah 4. Sanggupkah anak anak berjalan Dik ?
tatapku pada sidhik. Sedangkan untuk mengecamp di puncak terlalu berbahaya. dan jalur tambi yang kami cari belum terlihat karena badai mulai menerjang.
Jarak pandang mungkin hanya 15 meter. selebihnya terlihat putih
Bersambung....................................
Detail Pendakian :
Grup Jakarta : Deny, bayu dan Aziz
Grup Purworejo :Sidhik
Grup Semarang : Mas Nur, Ari dan 2 orang member baru BP 13
Detail Gunung :
Gunung Sindoro ( 3156 Mdpl)
Jalur : Kledung Wonosobo, Jawa Tengah
Poto : Nur Suhadi
Dipersembahkan untuk Kalian, Keluarga besar BP13,
Ikut Ataupun Tidak ikut
Terakhir ku tuliskan pendakian setahun lalu saat mendaki ciremai.
Pendakian pendakian gunung sebelumnya,
Gede, Ungaran, papandayan dan krakatau pun tak aku tulis.
Meski di Pendakian Terakhir aku bertemu seorang gadis cantik, mungkin terlalu memalukan kalau ditulis karena terlalu banyak cerita mabuk laut.
Namun pendakian kali ini terasa berbeda,
Pendakian Kali ini adalah pendakian Pertama BP 13.
Pendakian setelah sekian lama tak bertemu
Tertanggal 30 Januari 2014,
Aku bersiap untuk melakukan pendakian dengan perlengkapan seadanya yang kebanyakan ( Minjam)
(^0^)
Jam Menunjukkan pukul setengah enam sore, tiba tiba ada whats up dari gagap ( Aziz ) untuk rombongan jakarta berangkat bareng dari Cibitung,
Hadeh
- Rencana Semula Ketemuan di terminal Wonosobo -
Pendaki dari jakarta rencananya berjumlah 12 Orang. Namun sapi, Fahmi dan 6 orang teman gagap tak jadi ikut.
Jadi tinggal aku bayu dan gagap yanng berangkat.
Setelah buru buru packing aku melaju ke Cibitung sekiar pukul setengah tujuh malam. memburu waktu, apalagi saat itu akan libur panjang aku mencoba jalan tembusan lewat casablanca. dan ternyata... banjir.
Kampreeeeet!
Jalan Jakarta - Kalimalang - Bekasi pun lumayan macet. Akhirnya tiba juga di Portal Sinar Jaya sekitar jam 9 malam setelah kena beberapa kali lubang dan hampir tertabrak truk.
Disana Telah Menunggu Gagap dan Bayu dengan carrier masing2.
Gagap dengan Syal Liverpool Kesayanganya dan Bayu dengan Kaos juve baru dan senyum khasnya.
Padatnya penumpang yang memburu Bis Sinar Jaya ke Jawa tengah membuatku miris,
ada juga yang kecopetan karena berdesak desakan untuk mendapatkan Bis. Banyak oran berjuang untuk dapat.
" hey Gap, Ini Orang semua ya ? " tanyaku pada gagap heran.
menikmati liburan di kampung halaman masing2. dan akhirnya pukul 11 malam kami mendapatkan Bus ke..... Pemalang.
Tak Apalah yang penting dapat Bis Dahulu.
Perjalanan dari Jakarta ke Pemalang yang kami perkirakan hanya sampai jam 7 molor sampai jam 10 Pagi akibat macet, Kami Juga sempat istirahat di Indramayu dan makan bakso. Pemandangan jalur pantura terlihat elok dengan sawah disisi sisinya, yang terendam banjir membuatnya lebih mirip dengan Tambak.
dari Pemalang Kami Lanjutkan Perjalanan ke Purbalingga dengan Bis lalu ke Terminal Wonosobo. Jalan yang kami lalui lumayan bagus dengan pematang sawah dan deretan pegunungan dari kejauhan.
Jam Setengah 4 Sore Kami Tiba di Terminal Wonosobo. Udara Sejuk mengisi paru2 kami dan dinginya air disini mengingatkanku akan rumah di ungaran
Setelah Beristirahat, solat dan mandi kami kemudian naik angkot ke pasar kretek sekitar setengah jam.
Disana aku bertemu dengan sahabat lama, Sidik, Ari dan Mas Nur.
Serta Dua orang Anggota BP13 yang baru , Agus dan Aris. Sidik masih seperti dahulu , matanya tetap sayu, dan mas nur juga masih kurus. Hanya Ari yang kelihatan Agak Berbeda.
Terlihat ceking dengan celana pendek warna hitam yang entah di dobel berapa.
Kami Lalu naik Bis ke Kledung.
Di sinilah Base camp tempat kami akan mendaki.
Pukul set 6 sore kami disini. Base Camp Kledung ada di sebelah Kantor Desa Kledung dan Dibawah Pohon Beringin dan Ada Sebuah Masjid yang cukup besar di dekatnya.
Di Belakang terlihat Pemandangan gunung Sumbing, dengan petak petak pertanian disekitarnya.
Setelah sedikit perdebatan akhirnya kita baru akan naik sekitar jam 3 pagi mengingat cuaca masih buruk dan di luar Hujan.
Setelah mendaftaran di Pos dan membayar ke Pos pendakian Rp 4.000 per orang kami beristirahat di RSG
Malam itu Kami habiskan dengan maen kartu remi dan bercengkrama. Udara mulai dingin dan menusuk.
Hujan pun mulai turun deras
jam baru menunjukkan angka 8 malam tapi berhubung udara dingin dan capek perjalanan secara tidak sadar mulai aku tarik Sleeping Bagku dan mulai tertidur. Sementara anak anak lain masih Sibuk masak Indomie.
Terbangun aku melihat semua orang masih berselimutkan Sleeping bag masing masing. Jam menunjukkan pukul setengah tiga pagi. Kami mulai bersiap untuk memulai pendakian.
setelah bersiap siap jam setengah 4 kami berjalan. dengan menyalakan senter masing masing kami bergerak menuju ladang penduduk. Malam itu Alhamdulillah terang bintang. Jadi tidak usah khawatir akan adanya hujan.
Pemandangan gunung sumbing di belakang kami tampak elok dan teduh sementara di depan kami menjulang tinggi gunung Sindoro. Menunggu untuk kami daki. Satu jam berlalu dan kami telah sampai di Pos 1. Pos 1 adalah gubuk yang sisinya menghadap ladang dan di belakangnya adalah hutan.
Disini kami istirahat solat terlebih dahulu.

jauh
Ketinggian : 1600 MDPL
Pukul 5 lebih, matahari sedikit terlihat di cakrawala di belakang gunung sumbing. kami melanjutkan hendak berangkat menuju Pos 2. perjalanan ke pos 2 mulai diselingi pepohonan yang teduh dan jalan yang berkelak kelok. disisi sisi jalan yang kami lalui ada pepohonan mirip dengan jalur pendakian jika kita mendaki ke gunung merbabu. pohonnya tidak begitu tinggi dan ramping, disela selanya banyak semak belukar.
Setalah satu setangah kami berjalan, tibalah rombongan di Pos 2, disini kami bertemu dengan anak kecil dari wonosobo ( Anak SD) yang juga mendaki. Hebat juga mereka. padahal disini kami sudah cukup melelahkan, berhubung no picture hoax,
Aku kasih fotonya :

Pos 2
Ketinggain 2150MDPL
Pos 2 juga berupa gubuk dan disini cukup rindang, perjalanan dari Pos 2 ke pos 3 menanjak, dari pepohonan yang rindang beralih menjadi pemdangan yang berupa padang rumput yang diselingi dengan pepohonan yang mulai sedikit. Jam 9 kami telah sampai di pos 3. disini rombongan sudah cukup capek, Gagap mengalami keram kaki.
" We believe and we can do it my freinds"
Pos 3 GA ADA POSNYA
disini cuma lahan landai dan dari sini banyak pendaki yang telah mendirikan tenda. Di kejauhan tampak bukit bukit memanjang dan dibelakang gunung sumbing agak tertutup awan. ketinggian 2650 MDPL. Disini cukup nyaman. namun sesuai keputusan untuk turun di jalur tambi kami memanggul carrier kembali. ( pendaki lain biasanya meninggalkan barang di Pos ini dan naik hanya membawa backpack)
dari cerita ke cerita, memang mendaki gunung ga ada kata menaklukan, yang ada adalah belajar.
Let's learn and survive.
perjalanan dari pos 3 ke pos 4 ( Watu Tatah) Cukup Berat. Sekitar 5 Jam perjalanan.
Selain jalan cadas dan pepohonan yang sedikit. terik matahari juga membakar kulit kami. Carier yang berat juga menyulitkan perjalanan. Apalagi hanya ada 3 orang dari kami yang telah berpengalaman naik gunung diatas ketinggian 3000 meter. Kami menulusuri jalan setapak demi setapak.

Pendakian
Tim Sudah cukup capek apalagi dari pagi belum sarapan, bahkan Indomiepun tidak. Berjalanan mulai melambat dan udara menipis.
Angin dingin mulai menerpa rombongan. Sidhik sudah mulai khawatir dengan kondisi tim. Apalagi tak Hanya Gagap, Mas Nur pun juga mengalami kram kaki. Ari Sudah terlihat lelah, begitu juga agus.
Aris dan sidhik walaupun terlihat berjalan paling depan namun sudah mulai terseok, begitu juga aku.
Awan di bawah kaki kami dan pemandangan di sekitar kami sudah berubah menjadi pohon pohon edelweis ( walaupun bunganya belum bermekaran ) menandakan bahwa puncak sudah dekat.
Puncak berbentuk melingkar dengan kawah ditengahnya yang berisi pepohonan yang telah mati, hal yang aku agak tak suka adalah coretan coretan dari pendaki lain di bebatuan.
namun selebihnya aku senang di tempat ini. 3165 M diatas permukaan air laut. Gunung ke 4 tertinggi di Jawa tengah dan juga gunung 4 di jawa tengah yang aku daki. Sidik bahkan telah mendaki gunung di belakang kami.
Sumbing saat PP.
Ya dan Akhirnya Jam 3, Kami Sampai di puncak dengan keadaan kepayahan.
hampir 12 jam perjalanan telah tertebus.
Walau Kondisi di puncak angin berhembus begitu kencang dan kawah tertutup kabut. Namun Pendakian BP13 kali ini berjalan lancar.
Terima kasih pada kalian yang bersamaku mendaki puncak sindoro.
Kalian adalah orang orang hebat, 12 jam mendaki tanpa sarapan ( Dan itu adalah salahku juga ) dengan menggendong carrier ke puncak.
Kami berdelapan dan akan turun berdelapan tatapku pada puncak sindoro yang mulai mengamuk.

Puncak Sindoro Sebelum Badai
Jam telah menunjukkan pukul setangah 4. Sanggupkah anak anak berjalan Dik ?
tatapku pada sidhik. Sedangkan untuk mengecamp di puncak terlalu berbahaya. dan jalur tambi yang kami cari belum terlihat karena badai mulai menerjang.
Jarak pandang mungkin hanya 15 meter. selebihnya terlihat putih
Bersambung....................................
Detail Pendakian :
Grup Jakarta : Deny, bayu dan Aziz
Grup Purworejo :Sidhik
Grup Semarang : Mas Nur, Ari dan 2 orang member baru BP 13
Detail Gunung :
Gunung Sindoro ( 3156 Mdpl)
Jalur : Kledung Wonosobo, Jawa Tengah
Poto : Nur Suhadi
Dipersembahkan untuk Kalian, Keluarga besar BP13,
Ikut Ataupun Tidak ikut
Tidak ada komentar:
Posting Komentar