Selasa, 18 Februari 2014

Catatan Pendakian Gunung Sindoro - Part 2 Life

Catatan Pendakian Gunung Sindoro - Part 2 Life

February 17, 2014 at 9:24pm
" Mas nur Dimana Yuk ? " tanyaku pada Bayu yang berjalan di depanku.
Khawatir aku akan kondisi mas nur yang berjalan paling depan, sementara kakinya baru saja terperosok.
" Entah, tadi Masih Kelihatan "   Bayu  menoleh padaku.

Jam 18.30  di jam di pergelangan tangan kiriku.
Ini sudah sekitar dua jam kami berjalan dari Puncak Sindoro ke Pos 3 dengan kondisi mulai hujan dan berkabut.
Untunglah Angin kencang yang sedari tadi berhembus sudah agak mereda.
Namun  Gelap Malam Tak Bisa berbohong,
Jalan Sudah mulai gelap. dan rombongan mulai terpisah, entah kenapa.


" gap, Tolong tungguin anak anak yang dibelakang "
Pintaku pada Gagap yang berjalan dibelakangku. Tampaknya wajahnya juga sudah mulai kepayahan.
Sementara aku dan Bayu  berjalan agak cepat menuruni jalan setapak untuk mengejar Mas Nur.....


Flash Back - 2 Jam Sebelumnya

Kami Sudah mulai menuruni Jalan Setapak dari puncak. Pandangan Mata sekitar 15 Meter karena tertutup kabut
- Kata Ari.
" Dik Gimana Nih ? " Tanyaku
" mau Nggak Mau kita harus turun ke Pos 3 sebelum gelap dan Mendirikan Tenda disana" Ujar Sidhik

 terlalu berbahaya jika harus mengecamp di batu tatah ataupun di bawah puncak dengan kondisi seperti ini
Kabut
Kabut



Kami pun Berjalan turun dan beberapa kali ketemu pendaki yang malah sedang mau naik. Entah apa di pikiran mereka. pohon pohon edelweish dan rerumputan  tampak berembun, Dingin.
Ingin rasanya pemandangan ini berubah menjadi hutan hutan dengan pepohonan tinggi agar angin dingin tak terlalu menusuk.

Pohon lamtoro yang pendek, kurus dan kokoh seakan menghina kelelahan tubuh kami. Sekali Kali terperosok bebatuan juga kami rasakan.

Salah Satu Tips menuruni jalur dari Puncak ke Pos 3 adalah melakukan orientasi dulu, karena ada beberapa lajur landai disamping untuk turun disisi lain lajur yang penuh bebatuan.
tangan Juga Dapat dipakai untuk membantu pergerkan juka jalan agak Curam dan jangan lupakan untuk memakai Tumit dan bukan ujung kaki.
Lelah
Lelah


Langit Kemerahan di ujung Gunung Sumbing menandakan bahwa langit sudah mulai akan gelap........



2 jam berlalu

Akhirnya aku Dan bayu sampai di Pos 3, Disini  Tenda Tenda sudah dibangun oleh pendaki pendaki lain. Jam Menunjukkan Pukul 7 dan langit Telah Gelap. Bersyukur aku karena mas nur baik baik saja.
Aku Turunkan Carrier dan membongkarnya,
Bayu dan Mas Nur Menunggu di jalan setapak sambil mengarahkan Senter agar jadi panduan.

Untunglah beberapa menit kemudian, Sidhik, Gagap dan yang lainya Terlihat. Entah Cerita apa yang mereka alami Setengah jam lalu.


Aku Putuskan untuk meminta bantuan Pendaki lain untuk membuatkan  Teh dan Mie Rebus dari logistik kami.
Itung2 agar mengisi Perut dan kalori anak2 yang dari kemarin belum terisi nasi.


Anak Anak Mencoba mendirikan tenda di sisa Pos 3 yang belum diisi Tenda Pendaki Lain. setelah ormed beberapa saat, Akhirnya Sidhik dan Aziz memimpin anak anak untuk mendirikan Tenda di tanah keras  yang sepertinya juga jalan air.

Beberapa kali anak2 memasang pasak namun malah melengkung.
Saat Masih Mendirikan Tenda, Rombongan yang tadi menolong kami memasakkan tadi rupanya mau mengeSAR pendaki yang mungkin tadi kami temui di jalan.
mereka minta tiap Tenda untuk mengirimkan satu orang perwakilan dari tiap tenda untuk ikut mendaki keatas untuk SAR.
Aku putuskan untuk ikut karena fisikku masih lumayan baik, Sedangkan Gagap dan Sidik Harus Memimpin untuk mendirikan Tenda yang sedari tdi belum berdiri. sementara meminta yang laen rasanya nggak tega.


Seseoran yang dipanggil Amin ( Seingatku)
Memimpin SAR Ini, karena untuk meminta bantuan Basecamp bawah tidak ada sinyal. Sementara untuk turun ke basecamp mungkin memakan waktu cukup lama.

Total ada 9 orang yang naik, 3 dari kelompok itu, 2 orang teman pendaki yang hilang dan 4 orang dari tenda2 lain.




Dari 9 orang rombongan tadi kami temui, ternyata baru dua orang yang turun. Sisanya 7 Orang ( 2 orang Cewek dan 5 orang Cowok ) masih belum diketahui kondisinya.
keduanya berpikir bahwa teman temanya yang lain juga ikut turun dan tidak jadi muncak.
dari Informasi yang kami  dapat seorang cewek ternyata sedang sakit sedangkan cowoknya memaksa untuk naik.
Hadeh

Jam 8 lebih kami bersiap untuk naik, setelah berdoa dan membawa perbekalan secukupnya.
: Teh, Logistik Makanan, P3K dan beberapa jas hujan ( yang aku ambil Punya anak2 ) kami bersiap naik.


Kisah Selanjutnya cukup aku ringkas saja karena ini lebih Fokus Ke Rescuenya daripada Pendakian BP13.
" Tim Rescue Bergerak Cepat, Busyet Dah. Dalam Kondisi setengah berlari walau hanya  mengandalkan senter headlamp. Selain Berteriak  Kami Juga mengirimkan sinyal lewat Lampu Headlamp. Sesekali kami menyebar menjadi 2 kelompok untuk menyisir jalan di pinggir.  yang paling depan menyenter ke depan dan yang tengah kesekeliling.  beberapa pendaki juga menyusul kami setelah memberikan sinyal.

Setelah tanjakan curam kami bertemu sebuah tenda, dan satu orang kami temukan beristirahat di tenda tersebut, Lalu setelah membawa menerima HT rombongan bergerak cepat lagi naik, Dijalan kami menemukan lagi seorang pendaki yang tersesat lalu di Ujung Kami bertemu Sebuah Tenda yang sepertinya tenda pendaki terakhir. Disana Kami menemukan seorang gadis yang menangis terus karena khawatir dengan kondisi keempat temanya yang masih diatas. Walaupun sudah ditenangkan oleh Pendaki lain dari tenda itu.


Kondisi cuaca memburuk, Hujan Parah. dan yang aku takutkan terjadi. Sepertinya perutku keram karena lapar dan kedinginan. Akhirnya aku putuskan untuk menunggu disitu bersama 2 orang lain.
Jas Hujanku aku berikan pada rescuer lain.

Hujan bertambah deras akhirnya terpaksa kami bertiga ikut berdesakan di Pinngir dalam Tenda itu yang sebenarnya hanya kapasitas 4 orang. Diisi 8 Orang.

jaketku sudah mulai basah sampai ke bajunya. Hadeeeh.
Dingin sangat, dikondisi seperti ini hal yang berbahaya adalah hipotermia.


Beberapa Waktu Berlalu dan Tim Rescuer yang naik turun dengan tangan hampa. Kondisi Cuaca Terlalu Buruk, bahkan beberapa terkena kram perut karena badai.  Mereka berencana untuk turun ke Pos 3. Menunggu Cuaca Membaik dan baru naik lagi setelah cuaca memungkinkan.

Akhirnya putuskan untuk ikut turun ke Pos 3. Kondisi terlalu buruk disini dan jika terlalu lama malah akan menjadi beban. Dari HT Terdengar bahwa Pos 3 juga habis kena hujan yang buruk. Khawatir aku dengan Kondisi Anak- anak di bawah.

Perjalanan Ke bawah Cukup terseok seok serta diiringi hujan gerimis.



Back to The Story

Pos 3  11.30 malam

Akhirnya aku tiba lagi di pos 3, Keadaan sudah gelap. Aku Putuskan tuk masuk Tenda yang anak anak berhasil bangun.
Aku Tidur dengan Bayu, Gagap dan Sidhik.

Kondisi di Dalam juga kurang baik. Setelah Melepas Jaketku yang basah dan hanya memakai kaos aku makan beberapa bungkus mie kering dan madu untuk mengganti kalori  . Di Dalam kondisi tenda cukup basah, pakeanku di dalam carrier juga tak ada yang kering. sementara tak terkecuali Sleeping bag. Aku Tertidur dengan kondisi baju basah, Begitu juga anak2.  Semoga di Tenda Samping kondisi lebih baik.
Akhirnya kami tidur seperti ayam, Duduk sambil saling memunggungi.  Punggungku dengan Punggung gagap. Sementara Punggung Sidhik dengan Bayu.
Sesekali Aku Terbangun dan mengigil, sambil melihat Jam yang terlihat begitu lama Berdetak.


Kapan Paginya! Batinku.


Jam 3 Ada Beberapa orang menyenteri Tenda kami, dan terdengar Ada Suara Orang minta Tolong.
Mungkinkah Tim Rescue sudah bersiap lagi untuk naik. Entah Tapi kondisiku saat itu sudah terlalu lemah.
Dan Sayup Sayup hanya terdengar suara Rintik Hujan dan Angin yang kembali menampar nampar tenda.
batinku Bersyukur Dia nggak jadi aku ajak naik.

Dan Aku Mulai Terlelap lagi. . .


Dengan Kondisi tidur ayam.


END

Pagi Menjelang, dan Hari Cerah,
yah Seperti kisah kisah yang happy Ending Lain.


matahari bersinar lagi dari balik gunung Sumbing.
hangat, dan Aku tak Peduli dengan sunrise di puncak. Toh Sunrise yang cantik pernah aku dapatkan di puncak Bromo, Lawu dan Ciremai. ( paling bagus di Ungaran ^0^)


4 pendaki yang belum kami temukan tadi malam turun sendiri ke Pos 3 setelah badai berlalu. entah cerita apa yang mereka alami yang pasti disaat kondisi down dan dekat dengan bahaya seseorang dapat mengeluarkan kemampuan dibatas nalar seperti yang aku alami tadi malam.

Dan Tim dari base camp seperti polisi India yang datang terlambat dan mendapat penjelasan panjang lebar dari Amin.


Pagi itu Agus merebus  Mie yang banyak dan entah anak2 yang memang nggak nafsu makan atau memang hendak pengen pulang.
Perjalanan Turun Cerah, cerah banget Malah.


Diiringi jalan  yang sekarang berdebu kami turun dari Pos 3 ke Pos 1. rerumputan berubah menjadi Pepohonan dan pepohonan beralih menjadi lahan Perkebunan sayur.


Lelah mungkin sangat terasa setelah berjam jam jalan kaki.


Pertanian Wonosobo yang hampir tak mungkin dijumpai di jakarta.
Dan Di  lahan tani yang cantik itu aku melambaikan tangan pada Gunung Sindoro.



Sindoro Sampai bertemu Lagi!!
Senyumku, Sambil menatap Sahabat sahabatku


BP13.





Edelweish, Yah Meski Belom Mekar
Edelweish, Yah Meski Belom Mekar









- NB -
Semua Percakapan di atas seingat Penulis dan Kebanyakan memakai bahasa Jawa
Setelah Perjalanan Itu, Tim berpisah di basecamp setelah makan nasi goreng.

Aku dan gagap di Wonosobo makan MIE ONGKLOK dan TEMPE KEMUL.


Pulang Naik Bis Sinar Jaya, Di Cibitung setelah mengambil Motor.nAku Tepar Seharian di Kos dengan gagap.
Panas


Bunga untuk Kalian
Bunga untuk Kalian

Tidak ada komentar:

Posting Komentar