Selasa, 18 Maret 2014

Sakya - Memories

Bela telah  menghilang dari kegelapan malam setelah lama mengumpat ngumpat Bhisma karena membuatnya repot harus mengantarnya dulu ke basecamp. Tapi entah, Bela sering tak pernah menolak permintaan sahabatnya itu untuk mengantar ke mana saja. Bahkan meski terpaksa telat sekalipun ke latihan teater.
meski esoknya Bhisma tau pasti Bela bakal ngomel ngomel dan minta paksa di beliin coklat atau ditraktir makan.



" Bangsat, kemana aja lu ? " Tanya Aldi. Sahabat Bhisma sejak dari SMA di Solo yang sedari tadi mondar mandir di Basecamp, Mukanya agak kesel karena dari 33 anggota aktif di mapala itu baru ada 7 orang yang kelihatan batang hidungnya.
Padahal malam itu agenda mereka sangat penting. Sebentar lagi pengembaraan calon anggota. dan hari itu mereka harus menentukan jalur pendakian serta pembagian Tim yang akan mendampingi secara diam diam para mahasiswa yang ikut pendakian, sedangkan Alfa. Ketua mereka sedang sakit tipes dan nggak bisa meng Handle anak anak seperti biasa.

 " Sori Bro, tadi baru aja dari tempat Bela minta catetan. udah nyampe mana Bro Bahasnya? "

" Kampret, Baru ada kita doang segini mau bahas apaan ? " Aldi sewot menjawab pertanyaan dari Bhisma, selain dia orangnya on time seperti Bela, prinsipnya adalah tanggung jawab dan tepat waktu adalah hal yang paling penting.
 Aldi juga ngiri sama Bhisma yang bisa deket sama Bela. padahal dia, jangankan deket, ngomong aja dicuekin dan dijawab sekenanya.

"elu Juga nih, ngasih tau mepet, gimana anak anak bisa datang ? " Bhisma mencoba membela diri.


"udah udah,  kapan mulainya nih ? " Ucap Shella, cewek satu satunya di ruangan itu. seorang atlet panjat  kebanggaan  mereka yang telah memenangkan berbagai macam lomba panjat baik di kelas Lead  ataupun speed.

keduanya terdiam sadar akan kesalahan mereka atas ego masing masing.

Bhisma lalu meletakkan tasnya di atas lemari kaca. Ia baru sadar. barang berharga yang seharusnya ia berikan ke Bela tadi masih di tasnya.

--------

" Bel, "

" yaaa, kenapa ?"

Hening

------

Hujan di luar mulai turun lagi, menimbulkan lumpur dimana mana.
Jam sudah terlalu malam,  beberapa anak sudah pulang dari basecamp  Mapala diujung belakang kampus itu. Aldi sedang mengantar Shella pulang ke kos. Tinggallah Bhisma sendirian.
Gelap.

Namun tak ada rasa takut di hati Bhisma. hanya rasa tenang.
Ia ingat masa lalu ketika saat masih kecil. tepatnya belasan tahun lalu di selo, boyolali sebelum ia  pindah ke Solo .


Masa kecilnya di Selo  sungguh indah. setiap pulang yang jauhnya 4 km berjalan kaki,  ia sempatkan bermain di lapangan  bersama sahabat sahabatnya, entah betengan, gundu, sepak bola kampung  ataupun perang perangan.  atau kadang di hutan, membantu Ibunya  mencari kayu bakar atau sekadar mencari durian yang jatuh di tegalan milik tetangga.
Sore, adalah waktu yang sangat disukainya,
Suara burung burung yang kembali ke sarangnya dan siluet gunung merapi di belakang dan gunung merbabu di depan sungguh menarik hatinya.

Setelah itu





 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar