Rabu, 09 Mei 2012

Merapiku




Merapiku,
Wajahmu telah berbeda dari 2 tahun lalu aku terakhir mendaki tanahmu  yang berbatu dan berdebu

Merapiku Panasmu yang dulu kurasakan sekarang telah terganti oleh kabut kabut tipis dan embun
Bahkan di Bulan Mei ini,
Bulan yang seharusnya Edelweiss kecil mulai mekar di jalur kartini

Merapiku Wajahmu kini rasanya sendu
dan puncakmu yang menyimpan kenangan itu telah menghilang separuh.
meninggalkan separuh dari jalan yang pernah aku tapaki

Merapiku, sekarang aku bisa melihat kota itu dengan jelas dari puncakmu
diantara embun dan angin yang menderu
Diantara Gas Gas yang menyengat itu

kamu tetap cantik seperti dulu,
tetap tenang seperti kala itu,
merapiku tetaplah tidur yang lelap
lelap dan teduhmu
untuk keluargaku di Wapalhi
untuk senyum senyum penduduk di desa itu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar