Ekonomi Islam : Suatu Pembelajaran yang terlupakan
Sebagian Besar dari kita yang berkuliah di kampus umum di Fakultas Ekonomi mungkin kurang tahu ekonomi Islam.
tahunya mungkin Wealth Nationya Adam Smith ( dan yang kemungkinan besar belum pernah kita baca juga :P) atau PSAK (yang dibuka menjelang pengerjaan sidang skripsi atau TA serta menghitung dan mengkalkulasi angka angka fiktif di mata kuliah akuntansi atau manajemen.
Sebuah pembelajaran yang menarik yang berbeda dari ekonomi konvensional dengan sloganya yang terkenal
" Mendapatkan Keuntungan yang sebesar besarnya dengan pengorbanan sekecil kecilnya"
yang jika ekonomi konevensional diterapkan secara utuh maka yang ada justru saling sikut, saling merugikan dan pemerasan sumber sumber daya secara "tidak terkatakan".
fokus pada ekonomi konvensional sepertinya terfokus pada pengerukan uang sebanyak banyaknya sebagai tambahan modal terus menerus dan akhirnya juga digunakan untuk mengeruk keuntungan yang semakin banyak lagi. ( terus dan terus) padahal pada akhirnya orang yang mengumpulkan uang sebanyak banyaknya itu akan mati dan tidak membawa harta hartanya. hedeeh.
Teori ekonomi islam justru menekankan pada tujuan manusia yaitu bukan hanya dunia tetapi juga akhirat dimana teori ini menganut zakat untuk kepentingan umat dan sedekah untuk orang lain. dimana jika dilogika dengan pemikiran pemikran rasional para kapitalis enggak akan sampai.
Teori ini juga tidak mengakui adanya Bunga,
hehew, dimana para kapiitalis hampir pasti akan menolak teori ini.apalagi bagi para pemilik modal ini dengan diterapkanya sistem bunga mereka kan bisa hidup santai dengan hanya meminjamkan uang tanpa resiko tapi uang itu akan berlipat.
Lah yang kasian pengusaha yang meminjam uang karena mereka harus mengembalikan uang walaupun dalam keadaan rugi. sedih
dan pada akhirnya saudara saudara sekalian yang paling dirugikan adalah kita sendiri karena harus membeli barang dengan harga yang lebih tinggi ( inget g? teori pembebanan bunga?)
T.T
Ekonomi Islam Dimataku Lebih adil dibandingkan sosialis atau kapitalis.
aneh juga menurutku tapi ekonomi ini juga tujuanya juga memiliki
Tapi tidak bisa dipungkiri dalam Teori ekonomi islam yang terpenting adalah hati.
Ekonomi Islam dasarnya adalah kepercayaan dan kejujuran. makanya jika dimaknai dan coba dipelajari InsyaAllah nggak rugi.
Teori ini didasari oleh Al Quran dan Rasullulah SAW ( Orang no 1 di dunia)
Karena kenyataan hidup ini pahit kawanku jika kamu telah terjun di dunia kerja dan idelisme kamu mungkin terbentur oleh realitas di lapangan.
yah walaupun ada manisnya juga kerja (dapat gaji, makan gratis,temen sama maen di kantor).
:D
Mari Belajar
Iya, Makasih yaa n_n . Kalo Saya mahasiswa STIE AD jakarta
BalasHapus