menurut saya :
Sepertinya beberapa orang salah mengartikan banjir di jakarta.
memang banjir kali ini terasa lebih berat dibandingkan tahun- tahun sebelumnya.
Namun kita mesti bersyukur tidak diberi air bah seperti zaman Nabi Nuh
:D
Kemarin sore aku berjalan-jalan di latu -harhari saat matahari tenggelam
dan kulihat satpol PP saling bahu membahu membuat perbaikan tanggul.
( satpol PP yang biasanya kita hujat karena menghancurkan warung2 di pinggir jalan)
dan mereka bekerja keras untuk masyarakat
Dan diantara banjir-banjir ini.
masih banyak orang yang tertawa sambil berfoto di antara derasnya banjir
masih banyak anak-anak yang bermain diantara derasnya hujan.
Di daerah kos ku yang banjir,
air menggenang dan memasuki rumah-rumah
dan walaupun 2 hari mati lampu namun banyak orang tetap bertahan
:D
mereka masih bisa tersenyum,
dan di pemberitaan sepertinya mereka disana karena menjaga harta mereka.
tapi lebih dari itu sebenarnya mereka tinggal karena itu memang rumah mereka.
rumah usang yang ditinggali bertahun-tahun.
dan masih banyak orang yang dapat tertidur nyenyak di kota ini.
walaupun diatas rel, di halte trans jakarta di tempat tempat penampungan.
karena itu, terima kasih atas segala pihak yang memberikan bantuan pada kota ini.
Dan patut diingat
banyak orang di kota ini yang berhati kuat
karena mereka sudah sering menderita
Kami memiliki hati dan optimisme
Tidak ada komentar:
Posting Komentar