Hai Indonesiaku,
Kami sayang denganmu.
Namun Kami masih belum Memahamimu,
yang Kami tahu adalah Undang -undang 45, dan menghormatinya secara membabi-buta.
namun kami tidak mau mengerti bahwa UUD 45 adalah buatan manusia.
manusia-manusia yang memiliki cita-cita untuk Indonesia.
Dan Kami belum dan belum bisa untuk mewujudkanya
Secara Realistis
Secara Nyata
yang Kami teriakkan adalah Merah Putih
Namun kami belum mengerti Apa itu sang saka Merah Putih.
Yang Kami Lakukan hanya menghormati Bendera saat Upacara dan memasangnya saat 17 Agustus.
Namun Kami Sungkan untuk menunjukkan Kemerah-putihan kami
Menunjukkan Bahwa Kami Berani
Berani dalam arti sebenar-benarnya
Menunjukkan Bahwa kami Suci
Suci dalam Pikiran, Perkataan dan perbuatan
(Layakanya Dasa Dharma no 10 )
Kami hanya memahami Burung Garuda hanya sebagai lambang.
Lambang Negara
Yang bulunya kalau dihitung mencerminkan tahun kemerdekaan kami
Namun Kami tidak bisa bersikap layaknya sang burung garuda
Kami Hanya Emprit kecil yang bisanya mencuri padi di sawah
Indonesiaku
Kamu Telah menderita bertubi -tubi
dari era kolonial, Soekarno, Soeharto, demokrasi sampai presiden kami sekarang yang kurang punya wibawa ini
Saatnya Bangkit
Bukan Atas nama mahasiswa, tentara apalagi FPI
Bukan menghadap ke Barat, Amerika, Cina apalagi korea
Kami Atas Namamu, Atas Budayammu dan atas sila-silamu
Kami sayang denganmu.
Namun Kami masih belum Memahamimu,
yang Kami tahu adalah Undang -undang 45, dan menghormatinya secara membabi-buta.
namun kami tidak mau mengerti bahwa UUD 45 adalah buatan manusia.
manusia-manusia yang memiliki cita-cita untuk Indonesia.
Dan Kami belum dan belum bisa untuk mewujudkanya
Secara Realistis
Secara Nyata
yang Kami teriakkan adalah Merah Putih
Namun kami belum mengerti Apa itu sang saka Merah Putih.
Yang Kami Lakukan hanya menghormati Bendera saat Upacara dan memasangnya saat 17 Agustus.
Namun Kami Sungkan untuk menunjukkan Kemerah-putihan kami
Menunjukkan Bahwa Kami Berani
Berani dalam arti sebenar-benarnya
Menunjukkan Bahwa kami Suci
Suci dalam Pikiran, Perkataan dan perbuatan
(Layakanya Dasa Dharma no 10 )
Kami hanya memahami Burung Garuda hanya sebagai lambang.
Lambang Negara
Yang bulunya kalau dihitung mencerminkan tahun kemerdekaan kami
Namun Kami tidak bisa bersikap layaknya sang burung garuda
Kami Hanya Emprit kecil yang bisanya mencuri padi di sawah
Indonesiaku
Kamu Telah menderita bertubi -tubi
dari era kolonial, Soekarno, Soeharto, demokrasi sampai presiden kami sekarang yang kurang punya wibawa ini
Saatnya Bangkit
Bukan Atas nama mahasiswa, tentara apalagi FPI
Bukan menghadap ke Barat, Amerika, Cina apalagi korea
Kami Atas Namamu, Atas Budayammu dan atas sila-silamu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar